EtIndonesia.com Menurut laporan New Tang Dynasty Television (NTD), sebuah pesawat militer Amerika Serikat pada Rabu (15 Juli) melepaskan tembakan terhadap sebuah kapal tanker kosong yang berusaha menerobos blokade laut menuju pelabuhan Iran. Serangan tersebut menyebabkan kapal kehilangan kemampuan berlayar. Insiden ini disebut sebagai tindakan pencegatan paksa pertama sejak Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Menurut laporan tersebut, kapal tanker itu mengabaikan beberapa kali peringatan dan tetap berusaha memasuki pelabuhan Iran meskipun terdapat blokade laut yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan Agence France-Presse (AFP), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui akun resminya di platform X menyatakan bahwa kapal tersebut adalah M/T Belma, sebuah kapal tanker berbendera Curaçao.
CENTCOM menyatakan bahwa pesawat militer AS: “Menembakkan rudal Hellfire ke cerobong kapal tersebut sehingga kapal kehilangan kemampuan berlayar. Kapal itu tidak lagi menuju Iran.”
Pencegatan Paksa Pertama Sejak Blokade Diberlakukan KembaliLaporan tersebut menyebutkan bahwa ini merupakan pencegatan paksa pertama sejak Amerika Serikat kembali menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada 14 Juli pukul 20.00 GMT (15 Juli pukul 04.00 waktu Beijing).
CENTCOM juga menyatakan bahwa dalam 24 jam pertama setelah blokade kembali diberlakukan, pihaknya telah:
- Mengalihkan rute dua kapal dagang yang mematuhi instruksi.
- Mencegah kapal-kapal tersebut memasuki pelabuhan Iran.
Menurut data yang disampaikan CENTCOM, selama periode blokade sebelumnya, yaitu 13 April hingga 18 Juni, militer Amerika Serikat: Membuat 9 kapal kehilangan kemampuan berlayar serta mengalihkan rute lebih dari 140 kapal agar tidak memasuki pelabuhan Iran. (***)





