Produser Evil Dead Burn, Rob Tapert, mengungkapkan bahwa salah satu adegan paling brutal dalam film terbarunya harus dipangkas beberapa kali sebelum akhirnya lolos dan mendapatkan rating R dari Motion Picture Association (MPA).
Dilansir Forbes, MPA merupakan lembaga yang bertugas menentukan klasifikasi usia untuk seluruh film layar lebar yang dirilis di bioskop.
Sebelum 1990, lembaga yang masih bernama Motion Picture Association of America (MPAA) itu menggunakan klasifikasi X, sebelum mengubahnya jadi NC-17.
Film yang memperoleh rating X hampir mustahil memperoleh penayangan di bioskop, apalagi dirilis secara luas. Sebab, rating tersebut terlanjur identik dengan industri film dewasa.
Padahal, ketika pertama kali diperkenalkan, klasifikasi X juga diberikan kepada film yang menampilkan tingkat kekerasan yang sangat ekstrem.
Proses Pangkas Adegan Sadis di Film Evil Dead BurnMeski sekarang telah diganti dengan klasifikasi NC-17, hanya sedikit film dengan rating tersebut yang berhasil memperoleh distribusi luas di bioskop. Salah satu pengecualian adalah Terrifier 3 yang dirilis pada 2024.
Karena itu, para sineas, termasuk produser Evil Dead Burn, Rob Tapert dan Sam Raimi, bekerja sama secara intensif dengan MPA untuk memangkas adegan tertentu sehingga film tersebut bisa memperoleh rating R.
Evil Dead Burn sudah tayang di bioskop. Sebastien Vanicek dipercaya untuk menyutradarai film tersebut.
Tapert mengungkapkan proses panjang yang pihaknya lalui demi mendapat Rating R dari MPA.
"Bukan bermaksud memusuhi mereka, tetapi kami harus mengirimkan rangkaian adegan tertentu mungkin delapan sampai sepuluh kali. Itu benar-benar seperti perang yang menguras tenaga," kata Tapert mengenai adegan Joseph menghantam kepada Thya.
Meski sudah dipangkas berkali-kali, adegan tersebut tetap terasa sangat brutal. Sambil berkelakar, Raimi mengaku tidak menyangka bahwa film Evil Dead Burn tetap memperoleh rating R.
Tapert menjelaskan bahwa Sebastien Vanicek tidak bermaksud menghadirkan kekerasan secara berlebihan hanya untuk mencari sensasi. Menurutnya, adegan itu memiliki tujuan penting dalam membangun perkembangan karakter.
"Sebastien ingin melakukannya seperti itu, karena sejak awal karakter Joseph yang diperankan Hunter digambarkan sebagai sosok pengecut. Jadi, dia ingin adegan itu berlangsung selama mungkin, bahkan terasa sangat berlebihan, agar penonton benar-benar melihat bagaimana Joseph akhirnya mampu mengatasi rasa takutnya," tutur Tapert.
Tapert sudah memperingatkan Vanicek bahwa mempertahankan adegan tersebut dalam versi aslinya akan menjadi tantangan besar. Hal itu terbukti terjadi.
"Jadi kami terus mengajukannya lagi, lagi, dan lagi, sampai akhirnya berhasil lolos. Memang ada beberapa adegan lain yang juga harus sedikit dipangkas, tetapi adegan menghancurkan kepala itu adalah tantangan terbesar," ucap Tapert.
Evil Dead Burn dibintangi Souheila Yacoub sebagai Alice. Setelah sang suami, Will Price (George Pullar), meninggal secara tragis, Alice pergi ke rumah keluarga mendiang suaminya yang telah lama terbengkalai di kawasan pedesaan untuk berduka.
Di rumah itulah kakek Will pernah melakukan penelitian mengenai Necronomicon atau Book of the Dead, kitab kuno yang memiliki kekuatan untuk merasuki manusia dengan roh-roh iblis dan mengubah mereka menjadi Deadites.
Sebelum Will meninggal, adiknya, Joseph (Hunter Doohan, bintang serial Wednesday), mulai menyelidiki hasil penelitian sang kakek tanpa menyadari bahwa tindakannya telah membuka gerbang neraka. Hal itu memberi kesempatan bagi para iblis untuk berusaha merasuki anggota keluarganya.
Ketika para Deadites kembali muncul, mereka berusaha merebut Kandarian Dagger, belati yang selalu berkaitan dengan Necronomicon dan menjadi satu-satunya senjata yang mampu memusnahkan mereka.
Selain Souheila Yacoub, Evil Dead Burn juga dibintangi Luciane Buchanan sebagai Thya, kekasih Joseph; Erroll Shand dan Tandi Wright sebagai orang tua Will dan Joseph, Edgar dan Susan; serta Maude Davey sebagai nenek mereka, Polly.





