Kenapa Mobil Justru Lebih Berisiko Panas Saat Macet? Ini Penjelasannya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Mobil yang lebih sering digunakan di tengah kemacetan ternyata menghadapi tantangan berbeda dibanding kendaraan yang melaju di jalan bebas hambatan. Dalam kondisi stop and go, sistem pendingin mesin bekerja lebih keras karena radiator tidak mendapat aliran udara yang cukup untuk membantu membuang panas.

Kondisi tersebut membuat peran radiator coolant menjadi semakin penting. Cairan pendingin tidak hanya bertugas menyerap panas dari mesin, tetapi juga menjaga suhu kerja tetap stabil ketika kendaraan lebih banyak berhenti dibanding melaju.

Baca Juga :
Beli Mobil Bekas Jangan Lihat Harga Saja, Ini 5 Biaya yang Sering Bikin Boncos
MGS5 EV Turun Harga

President Director PT Autochem Industry Henry Sada mengatakan, kondisi lalu lintas perkotaan dengan tingkat kemacetan tinggi menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan radiator coolant.

"Ketika kendaraan bergerak lambat, proses pelepasan panas lebih banyak bergantung pada kemampuan coolant dibanding aliran udara yang melewati radiator," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat 17 Juli 2026.

Berbeda dengan mobil harian yang menghadapi kemacetan, mobil balap justru dituntut menjaga suhu mesin tetap stabil ketika bekerja terus-menerus pada putaran tinggi. Jika cairan pendingin tidak mampu membuang panas secara optimal, suhu mesin bisa melewati batas kerja ideal dan berisiko mengalami overheat sebelum balapan selesai.

Atas dasar itu, kemampuan transfer panas menjadi salah satu aspek yang dikembangkan pada radiator coolant. Selain membantu menjaga temperatur mesin, kandungan glycol juga berfungsi meningkatkan titik didih cairan sehingga tidak mudah menguap, sekaligus menjaga kestabilan suhu kerja mesin pada berbagai kondisi penggunaan. 

Fungsi coolant juga tidak berhenti pada proses pendinginan. Cairan ini berperan melindungi komponen sistem pendingin melalui aditif antikarat yang membantu mencegah korosi pada saluran radiator. Perlindungan tersebut dinilai penting untuk menghindari kebocoran maupun penyumbatan yang dapat mengurangi kinerja sistem pendingin.

Perkembangan teknologi kendaraan turut memengaruhi pengembangan cairan radiator. PT Autochem Industry menyebut teknologi Organic Acid Technology (OAT) kini digunakan untuk memberikan perlindungan lebih lama terhadap korosi tanpa meninggalkan endapan pada saluran pendingin.

Teknologi tersebut juga diklaim dapat memenuhi kebutuhan kendaraan bermesin bensin, diesel, hybrid hingga mobil listrik yang tetap membutuhkan pengaturan suhu pada baterai, inverter, dan motor listrik. 

Baca Juga :
BYD Jadi Sorotan Usai Motor Mobil Listriknya Copot di Tengah Jalan
Mercedes-Benz C-Class Tak Lagi Butuh Bensin
Bukan Ferrari atau McLaren, Mobil Tercepat di Goodwood 2026 Justru Ford

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Segera Laksanakan Penataan Kabel Utilitas
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Kapolda-Kajati Papua tegaskan hubungan tetap solid dan harmonis
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Momen Zelenskyy Terharu hingga Pilot Ukraina Debut di Langit Paris
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Diam di Tengah Krisis, Wapres Jadi Profesi Paling Enak
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemprov Sumut Tingkatkan Layanan 20 Puskesmas Jadi Rawat Inap, Mandrehe Prioritas di Nias Barat
• 10 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.