Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) hingga Mei 2026 telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp77,6 triliun. Nilai itu setara 23% dari total pembiayaan perseroan yang mencapai Rp334 triliun.
Melalui penguatan portofolio pembiayaan berkelanjutan, Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta menyampaikan bahwa BSI optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, lingkungan, dan masyarakat.
“Dengan demikian, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia,” kata Bob dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Beberapa sektor usaha yang mendominasi pembiayaan berkelanjutan BSI di antaranya UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, serta produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan ramah lingkungan (eco-efficient).
Kemudian, energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan dan kegiatan usaha lainnya yang mendukung transisi energi, serta pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Menurutnya, pembiayaan hijau kini menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan.
Baca Juga
- BSI (BRIS) Gaet BPJS TK Perluas Akses KPR Syariah, Tenor hingga 30 Tahun
- Fokus Dana Murah dan Digital, Laba BSI (BRIS) Naik 16,73% hingga Mei 2026
- BSI (BRIS) Rogoh Belanja Modal Rp7 Triliun Perkuat IT dan Digitalisasi
Hal ini sejalan dengan strategi perseroan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam bisnis Perseroan.
Sementara itu, total pembiayaan BSI hingga bulan kelima 2026 mencapai Rp335 triliun. Capaian itu tumbuh signifikan 14,60% secara tahunan (year on year/YoY) yang didominasi oleh segmen konsumer dan ritel.





