Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merasa kesal karena sejumlah televisi terkemuka AS tidak menayangkan secara langsung pidato terbarunya yang membahas soal pemilu AS. Trump mengancam untuk mencabut izin televisi-televisi AS yang menolak untuk menyiarkan pidatonya tersebut.
Trump, seperti dilansir AFP, Jumat (17/7/2026), bahkan melontarkan tuduhan tak berdasar dan tanpa bukti bahwa televisi-televisi AS yang tidak menyiarkan pidatonya itu, terlibat dalam upaya mencurangi pemilu.
Dua dari tiga jaringan televisi utama AS, NBC dan ABC News, seperti dilansir Reuters, tidak menyiarkan pidato terbaru Trump pada Kamis (16/7) malam waktu setempat melalui saluran siaran utama mereka. Media terkemuka AS lainnya, CNN, juga tidak menyiarkan pidato yang disampaikan pada jam tayang utama (prime-time) tersebut.
Pidato Trump itu fokus membahas masalah keamanan pemilu, dan disampaikan empat bulan menjelang pemilu sela yang krusial pada November mendatang.
Dalam pidatonya yang disampaikan di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa jaringan-jaringan televisi AS yang tidak menyiarkan pidatonya itu terlibat dalam sebuah "konspirasi" dan lisensi televisi-televisi tersebut seharusnya dicabut.
"Dalam langkah yang tergolong langka, NBC dan ABC media penyebar berita palsu sama-sama mengatakan mereka tidak akan meliput pidato ini," kata Trump, secara terang-terangan menyebut nama dua media besar AS itu dalam pidatonya.
"Mereka dan pihak media lainnya merupakan bagian dari sebuah konspirasi. Kecurangan seperti ini seharusnya berujung pada pencabutan lisensi mereka," cetus Presiden AS tersebut.
"Mereka menggunakan gelombang siaran publik kita, yang bernilai miliar dolar, tanpa biaya sama sekali. Mereka tidak membayar sepeser pun," sebutnya.
(nvc/ita)





