Pantau - Perwakilan agen aktor Sam Neill mengungkapkan bintang film "Jurassic Park" itu meninggal dunia akibat pneumonia pada Senin (13/7), sekaligus meluruskan berbagai informasi yang dinilai tidak akurat mengenai penyebab kematiannya.
Penyebab kematian Sam Neill dikonfirmasi oleh agen lamanya, Philip Grenz, setelah berdiskusi dengan keluarga sang aktor.
Ia mengungkapkan, “Sebagai perwakilan Sam Neill selama bertahun-tahun, saya telah berbicara dengan keluarganya dan ingin meluruskan beberapa hal untuk para penggemarnya. Sam meninggal karena pneumonia.”
Sempat Sembuh dari Limfoma dan Kanker DarahGrenz menjelaskan Sam Neill sebelumnya berhasil mengatasi limfoma melalui terapi baru bernama CAR-T.
Ia juga menyebut Neill pernah mengidap kanker darah pada 2022, namun telah dinyatakan bersih pada April 2026.
Sepanjang tahun lalu, Sam Neill telah menyelesaikan proses syuting empat proyek yang dijadwalkan dirilis dalam beberapa bulan mendatang.
Grenz mengatakan, “Saya juga ingin berterima kasih kepada mereka yang benar-benar dekat dengan Sam karena telah menghormati privasinya, serta memberikan ruang yang dibutuhkan dan pantas diterima oleh orang-orang terkasihnya di masa yang sulit ini.”
Karier Panjang di Dunia PerfilmanSam Neill meninggal dunia di Sydney, Australia, dalam usia 78 tahun.
Keluarga menyebut kepergian aktor asal Selandia Baru tersebut terjadi secara mendadak dan tidak terduga.
Sam Neill dikenal luas melalui sejumlah film, seperti "Jurassic Park", "The Piano", "Dead Calm", dan "In the Mouth of Madness".
Ia memerankan ahli paleontologi Alan Grant dalam "Jurassic Park" karya Steven Spielberg serta kembali memainkan karakter tersebut dalam "Jurassic Park III" (2001) dan "Jurassic World Dominion" (2022).




