Ketua RW setempat, Supriyatla, mengungkap awal pemicu teror tetangga yang dialami Azis Suraji di Gang At-Taufik, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok. Rumah Azis dilempar telor, sampah, pagar dirusak hingga diancam disantet.
Supriyatla mengatakan, Azis pernah menegur tetangganya karena suara musik yang terlalu keras.
"Jadi sebetulnya waktu pertama dulu pernah saya mediasi. Pelaku ini menyetel musik terlalu keras. Kemudian korban sempat mengucapkan 'stres'," ujar Supriyatla, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, ucapan tersebut rupanya masih membekas di hati tetangganya tersebut hingga kini.
"Rupanya sampai saat ini kata 'stres' itu masih terus diingat. Jadi seperti menjadi alasan untuk terus menyimpan dendam," katanya.
Azis sendiri telah membantah pernah menegur tetangganya karena memasang musik dengan suara keras.
Supriyatla mengaku sudah pernah memediasi kedua pihak. Dalam mediasi itu, tetangga yang melempari rumah Azis mengaku saat itu musik yang diputarnya tak terlalu keras.
Dua Kali DimediasiSupriyatla mengungkapkan, dirinya telah dua kali berupaya mendamaikan kedua belah pihak. Bahkan, mediasi sempat menghasilkan perjanjian tertulis.
"Saya sering menerima laporan soal kejadian-kejadian berikutnya. Kami sudah mencoba mendamaikan mereka, saling memaafkan, bahkan sampai berpelukan. Tapi besoknya kejadian lagi," ujarnya.
Ia juga membenarkan bahwa perjanjian tertulis yang telah dibuat akhirnya tetap dilanggar.
"Pernah ada perjanjian di atas kertas, tapi tetap saja dilanggar," katanya.
Selain dirinya, mediasi juga melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
"Berikutnya ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang juga sering datang untuk melakukan mediasi," ucapnya.
Satu Keluarga Jadi Korban IntimidasiMenurut Supriyatla, aksi intimidasi tidak hanya ditujukan kepada satu orang, melainkan seluruh anggota keluarga korban.
"Yang diintimidasi itu satu keluarga, bukan hanya satu orang," katanya.
Ia menyebut berbagai bentuk intimidasi yang dilakukan, mulai dari perusakan hingga pelemparan benda ke rumah korban.
"Bukan hanya intimidasi terhadap orangnya, rumahnya juga dirusak. Pernah dilempari telur, pagar dirusak sampai patah-patah," ungkapnya.
Supriyatla juga mengatakan bahwa pada kejadian pertama, ibu korban sempat mengalami pemukulan.
"Kalau tidak salah, waktu kejadian pertama yang saya mediasi itu, ibunya juga sempat dipukul," ujarnya.
Sekilas Sosok TetanggaSupriyatla menyebut pelaku masih lajang, sedangkan korban telah berkeluarga dan memiliki anak serta cucu.
"Pelaku belum berkeluarga. Kalau korban sudah punya anak dan cucu," katanya.
"Kalau tidak salah bapaknya pensiunan Angkatan Darat. Sekarang masih bekerja lagi sebagai sekuriti di Karawang," sambungnya.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani Polres Metro Depok. Korban, Azis Suraji, melaporkan dugaan perusakan pagar dan sepeda motor, serta aksi pelemparan sampah dan telur ke rumahnya.





