Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, akan dibangun kembali setelah rusak akibat ditabrak truk pengangkut alat berat.
Pramono mengatakan, untuk penanganan sementara, ia telah meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar pejalan kaki dapat menggunakan zebra cross terlebih dahulu.
“Yang untuk JPO Tendean, akan ada penyelesaian untuk jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendeknya saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, memintakan izin apakah itu bisa digunakan untuk zebra cross dalam jangka pendek dulu,” kata Pramono usai menghadiri Wisuda Mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII Tahun 2025 dan Studium General Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7).
Menurutnya, penggunaan zebra cross diperlukan karena pembangunan JPO baru membutuhkan waktu.
“Karena kalau harus dibangun JPO baru itu kan takes time,” ujarnya.
Meski demikian, Pramono menegaskan dirinya telah memerintahkan agar pembangunan JPO baru segera dilakukan mengingat lokasinya sangat strategis.
“Tetapi saya sudah memerintahkan juga untuk segera dibangun JPO baru,” ucapnya.
Pramono mengatakan, Pemprov DKI masih mengkaji sumber pendanaan pembangunan tersebut, baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), skema creative financing, Corporate Social Responsibility (CSR), maupun naming rights.
“Bahwa itu apakah melalui APBD, creative financing, CSR dan sebagainya, atau naming rights, sekarang kita lakukan dan minggu depan ini kami rapatkan segera kami putuskan,” kata Pramono.
Menurutnya, keputusan terkait pembiayaan tidak bisa berlarut-larut karena JPO Tendean merupakan salah satu fasilitas penyeberangan yang vital.
“Karena itu enggak bisa ditunda-tunda, itu adalah JPO yang sangat-sangat strategis,” ujarnya.
Sebelumnya, JPO di Jalan Kapten Tendean dibongkar oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta setelah ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7). Proses pembongkaran dimulai sekitar pukul 12.00 WIB dan rampung pada pukul 21.45 WIB.
Diberitakan sebelumnya, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan besaran anggaran pembangunan kembali JPO masih dalam tahap perencanaan teknis. Namun, kerugian material akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
“Belum ada angka pasti karena perencanaan teknis masih berjalan. Namun kerugian material sudah diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” ujar Chico saat dikonfirmasi, Kamis (16/7).
Ia menyebut APBD akan menjadi sumber pembiayaan utama, disertai pembahasan mengenai pertanggungjawaban perusahaan pemilik truk. Selain itu, Pemprov DKI juga membuka peluang pendanaan melalui CSR atau skema lain untuk mempercepat pembangunan kembali JPO tersebut.
“Utama dari APBD, sesuai tanggung jawab Pemprov dalam pemeliharaan infrastruktur publik. Kami juga sedang melakukan pembicaraan terkait pertanggungjawaban pihak perusahaan pemilik truk,” kata Chico.
“Jika ada dukungan swasta melalui CSR atau mekanisme lain, tentu akan kami pertimbangkan untuk mempercepat proses,” lanjut Chico.





