Memahami Ancaman Long COVID dan Langkah Pemulihan Alami-Tips Kesehatan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Meski pandemi COVID-19 telah berlalu, sebagian orang masih mengalami gangguan kesehatan yang menetap setelah dinyatakan sembuh dari infeksi. Kondisi tersebut dikenal sebagai long COVID atau Post-Acute Sequelae of SARS-CoV-2 Infection (PASC), yakni sekumpulan gejala yang bertahan, kambuh, atau baru muncul setelah fase akut penyakit berakhir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan long COVID sebagai gejala yang berlangsung lebih dari 12 minggu setelah infeksi COVID-19 tanpa adanya diagnosis medis lain yang dapat menjelaskannya. Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai organ tubuh sehingga berdampak pada aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup penderitanya.

Baca Juga :

Deteksi Dini Varian Covid-19 Cicada Diminta Diperkuat
Gejala long COVID beragam
Gejala long COVID dapat berbeda pada setiap orang, mulai dari kelelahan ekstrem (fatigue), gangguan konsentrasi atau brain fog, nyeri sendi, hingga sesak napas. Pada sebagian penderita, aktivitas ringan yang sebelumnya mudah dilakukan dapat terasa jauh lebih berat sehingga mengganggu produktivitas dan kesehatan mental.

Para peneliti menduga long COVID dipicu oleh berbagai faktor, seperti sisa fragmen virus yang memicu peradangan berkepanjangan, kerusakan jaringan akibat infeksi awal, gangguan sistem saraf otonom, hingga pembekuan darah mikroskopis. Kondisi tersebut membuat tubuh terus bekerja mempertahankan respons imun sehingga energi lebih cepat terkuras.

Baca Juga :

Risiko Hantavirus Jadi Pandemi Global Masih Rendah, Kewaspadaan Harus Dijaga
Cara membantu pemulihan long COVID
Pemulihan long COVID memerlukan pendekatan yang menyeluruh melalui pola hidup sehat, pemenuhan nutrisi, serta aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi tubuh.  Beberapa langkah yang dapat membantu mendukung proses pemulihan.
Konsumsi diet anti-inflamasi: Perbanyak makanan yang mengandung omega-3, antioksidan, dan serat, seperti sayuran hijau, buah beri, ikan laut, kacang-kacangan, serta minyak zaitun. Pola makan ini dapat membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh.

Lakukan latihan pernapasan: Teknik pernapasan diafragma (diaphragmatic breathing) atau pursed-lip breathing dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru dan memperbaiki pertukaran oksigen, terutama bagi penderita yang masih mengalami sesak napas.

Tidur yang berkualitas: Tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam berperan penting dalam proses perbaikan jaringan tubuh. Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan menghindari penggunaan gawai sebelum tidur juga dapat meningkatkan kualitas istirahat.

Rehabilitasi fisik bertahap: Aktivitas fisik sebaiknya dimulai dari intensitas ringan, seperti peregangan, yoga, atau berjalan kaki selama 10–15 menit. Intensitas latihan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh untuk menghindari kelelahan pascaaktivitas (post-exertional malaise).

Menjalani pola hidup sehat secara konsisten dapat membantu proses pemulihan long COVID sekaligus meningkatkan kualitas hidup penderita. Apabila gejala berlangsung dalam waktu lama atau semakin memburuk, penderita disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. (Daffa Yazid Fadhlan)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenag kebut pelaksanaan PHTC revitalisasi madrasah
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Ranking 12 Shio Paling Beruntung Soal Rezeki di 2026, Siapa yang Berpeluang Kaya Raya?
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
3 Rumah di Situbondo Ludes Terbakar, Emas 95 Gram-Uang Puluhan Juta Hangus
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Polandia Bongkar Dugaan Operasi Intelijen Rusia, Remaja Ukraina Ditangkap
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kabar Bahagia! Bae Na-ra dan Han Jae-ah Siap Menikah, Agensi Beri Konfirmasi
• 12 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.