Bisnis.com, JAKARTA — One Global Capital memperoleh lampu hijau dari Pemerintah New South Wales (NSW), Australia, untuk mengembangkan proyek mixed-use senilai 1,9 miliar dolar Australia atau sekitar Rp25 triliun di kawasan Five Dock, Sydney, setelah proyek tersebut ditetapkan sebagai State Significant Development (SSD).
Founder dan Group CEO One Global Capital Iwan Sunito mengatakan penetapan tersebut merupakan bentuk pengakuan Pemerintah NSW terhadap kualitas proposal dan kesiapan proyek yang diajukan perusahaan.
"Kami menyambut baik keputusan Pemerintah New South Wales untuk menetapkan proposal Five Dock sebagai State Significant Development melalui Housing Delivery Authority," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/7/2026).
Dengan nilai pengembangan mencapai 1,9 miliar dolar Australia, Five Dock diproyeksikan menjadi salah satu proyek mixed-use terbesar yang saat ini dikembangkan di New South Wales. Proyek tersebut juga menjadi salah satu pencapaian terbesar yang pernah diraih pengembang Indonesia di pasar properti Australia.
Melalui jalur HDA, proyek Five Dock berpeluang meningkatkan intensitas pengembangannya dengan Floor Space Ratio (FSR) sekitar 5,7:1, meningkat dari ketentuan dasar sebelumnya sebesar 3,0:1.
Pada lahan seluas sekitar 14.100 meter persegi, potensi Gross Floor Area (GFA) meningkat dari sekitar 42.300 meter persegi menjadi 80.400 meter persegi.
Baca Juga
- Australia Minat Tambah Impor Kakao RI, Pasokan Jadi Tantangan
- RI-Australia Perluas Kerja Sama Ekonomi Perkuat SDM dan UMKM Lewat Katalis 2.0
- INKA Kembali Ekspor Dua Lokomotif ke Australia via TPS
Peningkatan kapasitas tersebut menciptakan tambahan ruang pengembangan sekitar 38.100 meter persegi yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan hunian, hotel, area komersial dan ritel, serta fasilitas publik.
Secara keseluruhan, masterplan Five Dock dirancang menghadirkan sekitar 840 unit hunian baru, hotel, ruang komersial dan ritel, ruang publik, konektivitas pejalan kaki yang lebih baik, serta komponen hunian terjangkau guna mendukung target Pemerintah NSW dalam meningkatkan pasokan perumahan.
Menurut Iwan, proyek tersebut tidak sekadar mengejar besarnya nilai investasi maupun skala pembangunan, melainkan juga menghadirkan konsep kawasan yang berbeda dari proyek mixed-use pada umumnya.
Alih-alih mengandalkan formula konvensional berupa pusat ritel di lantai dasar dan hunian di lantai atas, Five Dock menempatkan pengalaman masyarakat dan kualitas ruang publik sebagai titik awal perancangan kawasan.
Bangunan, lanskap, jalur pedestrian, plaza, hotel, restoran, ruang hijau hingga fasilitas komunitas dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung.
"Kami tidak hanya bertanya berapa banyak bangunan yang dapat ditempatkan di atas lahan ini. Pertanyaan kami adalah pengalaman seperti apa yang belum pernah dihadirkan sebuah kawasan mixed-use bagi masyarakat Sydney," kata Iwan.
Dia menambahkan kawasan Five Dock diharapkan menjadi destinasi baru bagi masyarakat Sydney yang mampu menghadirkan pengalaman berbeda.
"Five Dock harus menjadi tempat yang membangkitkan rasa ingin tahu, menghadirkan inspirasi, dan membuat orang ingin kembali lagi," ujarnya.
Five Dock akan menjadi proyek terbesar yang pernah dipimpin Iwan Sunito sejak memulai kariernya di Australia lebih dari 25 tahun lalu.
Proyek tersebut juga menjadi tonggak transformasi One Global Capital sebagai platform investasi dan pengembangan real estat.
Bagi Indonesia, keberhasilan memperoleh status State Significant Development dinilai mencerminkan semakin besarnya peran perusahaan nasional di pasar properti global.





