Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk menindak tegas sopir truk yang menabrak kolong jembatan di Matraman, Jakarta Timur.
Kata Pramono, sopir truk tersebut diduga bermain telepon genggam (HP) sehingga menabrak kolong jembatan.
“Yang kemarin kejadian di salah satu kolong jembatan karena sopirnya main HP, saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan dan melakukan koordinasi dengan Korlantas siapa pun yang melakukan itu ditindak sekeras-kerasnya,” kata Pramono kepada wartawan, Jumat, 17 Juli 2026.
Jika diperlukan, Pramono bahkan meminta lisensi atau izin supir tersebut dicabut sehingga menimbulkan efek jera.
Pramono tidak ingin Jakarta terganggu dengan adanya insiden-insiden serupa.
“Kalau kemudian perusahaannya juga masih melakukan yang sama, maka perusahaan yang akan mendapatkan teguran karena tidak menyiapkan sopir yang tertib dan sebagainya,” ungkap dia.
Sebelumnya diketahui, sebuah truk molen tersangkut di kolong jembatan yang terintegrasi dengan jembatan perlintasan kereta api di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis, 16 Juli 2026.
Kejadian tersebut diduga karena sopir truk sedang menggunakan ponsel saat sedang mengemudi. (Ant)





