Bisnis.com, JAKARTA — PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re membukukan lonjakan laba sepanjang 2025 baik pada laporan keuangan konsolidasi maupun entitas induk (nonkonsolidasi). Perbaikan hasil jasa asuransi (underwriting) dan investasi mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan, meski total aset pada kedua laporan masih mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dipublikasikan di Bisnis Indonesia hari ini, Jumat (17/7/2026), Indonesia Re membukukan laba setelah pajak sebesar Rp176,96 miliar pada 2025, melonjak 544,42% dibandingkan laba Rp27,46 miliar pada 2024. Perseroan juga berhasil membalikkan posisi laba sebelum pajak menjadi Rp101,13 miliar setelah pada tahun sebelumnya mencatat rugi sebelum pajak Rp45,47 miliar.
Perbaikan kinerja tersebut ditopang lonjakan hasil jasa asuransi bersih sebesar 484,84 persen menjadi Rp471,67 miliar dari Rp80,65 miliar pada 2024. Hasil asuransi dan investasi bersih juga meningkat 131,35 persen menjadi Rp593,38 miliar, sementara pendapatan jasa asuransi tumbuh tipis 1,90 persen menjadi Rp6,80 triliun.
Di sisi neraca, total aset konsolidasi menjadi Rp12,52 triliun dari Rp13,18 triliun pada akhir 2024. Meski demikian, nilai investasi meningkat 6,95 persen menjadi Rp7,44 triliun dan aset kontrak reasuransi naik 19,53 persen menjadi Rp1,95 triliun. Ekuitas juga bertambah 18,47 persen menjadi Rp1,21 triliun.
Indonesia Re sendiri mengkonsolidasikan anak usaha Asuransi Asei dan Reindo Syariah dalam laporan keuangannya.
Kinerja entitas induk
Sedangkan laporan keuangan nonkonsolidasi juga menunjukkan tren perbaikan profitabilitas. Laba setelah pajak meningkat menjadi Rp176,96 miliar dari Rp27,46 miliar pada 2024, sedangkan laba sebelum pajak naik hampir dua kali lipat menjadi Rp105,98 miliar dari Rp53,13 miliar.
Perbaikan tersebut ditopang kenaikan hasil jasa asuransi bersih sebesar 145,66 persen menjadi Rp319,30 miliar serta peningkatan hasil asuransi dan investasi bersih sebesar 41,16 persen menjadi Rp414,15 miliar. Namun, pendapatan jasa asuransi turun 6,19 persen menjadi Rp5,95 triliun.
Total aset entitas induk menyusut 5,64 persen menjadi Rp10,28 triliun. Di sisi lain, investasi meningkat 6,91 persen menjadi Rp6,61 triliun, sedangkan ekuitas naik 18,47 persen menjadi Rp1,21 triliun.
Dari sisi kesehatan keuangan, Indonesia Re mempertahankan tingkat solvabilitas di atas ketentuan regulator. Pada laporan konsolidasi maupun nonkonsolidasi, rasio pencapaian solvabilitas tercatat 133,38 persen, lebih tinggi dibandingkan 132,83 persen pada 2024 dan masih melampaui batas minimum 120 persen yang dipersyaratkan Otoritas Jasa Keuangan.
Selain itu, rasio kecukupan investasi pada laporan konsolidasi mencapai 130,26 persen dengan rasio likuiditas 114,77 persen. Adapun pada laporan nonkonsolidasi, rasio kecukupan investasi tercatat 132,49 persen dan rasio likuiditas sebesar 119,27 persen.
Laporan keuangan tahun buku 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian dan menjadi laporan pertama yang disusun menggunakan PSAK 117 tentang Kontrak Asuransi. Indonesia Re dimiliki PT Danantara Asset Management (Persero) sebesar 99,99989 persen dan Negara Republik Indonesia melalui saham Seri A Dwiwarna sebesar 0,00011 persen, serta memiliki dua entitas anak, yakni PT Asuransi Asei Indonesia dan PT Reasuransi Syariah Indonesia.





