Jakarta, VIVA – Novo Nordisk Indonesia memasarkan zat aktif semaglutide melalui dua produk dengan indikasi berbeda, yaitu Ozempic untuk terapi diabetes melitus tipe 2 dan Wegovy untuk manajemen berat badan sesuai indikasi yang telah disetujui.
"Penggunaannya merupakan obat resep yang harus berdasarkan evaluasi dan pengawasan dokter," kata Manajemen Novo Nordisk dalam keterangannya, Jumat, 17 Juli 2026.
Mereka menjelaskan bahwa pengelolaan prediabetes pada pasien skizofrenia tidak hanya berpotensi memperbaiki pengendalian gula darah, tetapi juga memberikan manfaat terhadap kesehatan metabolik secara keseluruhan.
- pixel-shot.com dari Freepik
Hal tersebut memperkuat pentingnya pendekatan yang melihat kesehatan mental dan kesehatan fisik, sebagai dua aspek yang saling berkaitan dalam pelayanan kesehatan modern.
Sebab, prediabetes sendiri sering dipandang sebagai kondisi yang dapat berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 apabila tidak ditangani dengan baik. Namun, pada kelompok pasien dengan skizofrenia, kondisi tersebut memiliki tantangan yang lebih kompleks.
Selain menghadapi gangguan kesehatan mental, mereka juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan metabolik yang dapat meningkatkan peluang terjadinya penyakit jantung, stroke, maupun diabetes.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa risiko tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup, perubahan metabolisme, serta penggunaan beberapa obat antipsikotik generasi kedua yang diketahui dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
"Kondisi inilah yang mendorong para peneliti untuk mencari pendekatan yang tidak hanya membantu mengendalikan kadar gula darah, tetapi juga tetap menjaga stabilitas kesehatan mental pasien," ujarnya.
Hasilnya dipublikasikan dalam JAMA Psychiatry, melalui penelitian bertajuk Semaglutide Treatment of Antipsychotic-Treated Patients With Schizophrenia, Prediabetes, and Obesity: The HISTORI Randomized Clinical Trial.
Studi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kondisi metabolik pada pasien skizofrenia dapat memberikan manfaat lebih dari satu aspek, yaitu memperbaiki pengendalian gula darah sekaligus membantu menurunkan berat badan, tanpa ditemukan perburukan gejala kejiwaan selama penelitian berlangsung.





