Hotman Sebut Rumah Sentul Milik Mertua Febrie, Dihibahkan ke Cucu

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Hotman Paris Hutapea yang menjadi salah satu tim kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah, memberikan penjelasan terkait asal muasal rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, yang digeledah penyidik Polri terkait kasus dugaan korupsi daan TPPU.

Saat digeledah penyidik Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, ditemukan 74 kilogram emas batangan, pecahan uang berbagai mata uang asing dan rupiah yang bernilai total ratusan miliar rupiah.

Hotman mengatakan, dulunya rumah di kawasan Bukit Golf Sentul tersebut adalah milik mertuanya Febrie. Namun kepemilikan rumah tersebut kini telah dihibahkan kepada cucunya, yang merupakan anak Febrie.

"Rumah itu dulunya adalah rumah mertuanya. Oke? Rumah mertuanya tapi sudah lama dihibahkan ke cucu dari mertuanya. Jadi secara sertifikat, itu bukan atas nama dari Febri. Itu ada buktinya, itu di BAP tadi ditulis," ujar Hotman kepada wartawan dalam jumpa pers di depan gedung bundar Jampidsus Kejagung, Jumat (17/7).

Hotman menegaskan tak ada rekayasa terkait rumah di Sentul tersebut. Bahkan mengenai penemuan emas dan mata uang asing di dalam brankas juga telah dijelaskan bahwa aset tersebut merupakan milik yayasan yang dikelola oleh Don Ritto.

"Itu rumah mertuanya, kebetulan mertuanya marga Marbun, satu marga dengan istri saya tercinta Marbun, boru Marbun. Ah, sudah dihibahkan itu ke cucunya kan katanya cucu? Ke cucunya yaitu anak dari Pak Febrie. Itu sudah sertifikat atas nama dia, sudah itu sudah jauh sebelum kasus ASABRI, jadi bukan rekayasa," tegas Hotman.

Lalu pada tahun 2022-2023, rumah tersebut dipinjamkan ke Don Ritto untuk digunakan sebagai kantor operasional yayasan. Hal tersebut kembali disampaikan oleh pengacara Don Ritto, Handika Hanggowongso, di kesempatan yang sama.

"Jadi gini, menyambung keterangan tadi. Tadi udah kami sampaikan, sekitar tahun 2022-2023, Don Ritto meminta izin kepada pemilik untuk menggunakan rumah di Sentul sebagai backup operasional kantor yayasan. Kami ulang lagi, backup kantor operasional yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam. Ini sepi ini sudah bisa dibuktikan adanya sekitar 700 santri dari daerah Papua, dari daerah Maluku yang sekarang mondok di salah satu pesantren di Banten. Ke depan ada rencana dari berbagai pihak untuk membangun pesantren yang besar, masjid-masjid, dan semua fasilitas pendukung, baik itu di Papua ataupun di Maluku serta di daerah NTT," jelas Handika.

Ia juga menjawab alasan kenapa ada aset yayasan yang disimpan ke dalam bentuk emas batangan.

Penggeledahan rumah Febrie Adriansyah di kawasan Sentul, Bogor, dilakukan penyidik sebagai bagian dari penyidikan dugaan korupsi dan suap yang menjerat mantan Jampidsus itu.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang, termasuk uang tunai dalam berbagai mata uang asing, emas, serta brankas yang kemudian menjadi sorotan publik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perpustakaan Gasibu akan Bertransformasi Menjadi Perpustakaan Digital
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Persita Tangerang Resmi Rekrut Sutanto Tan dan Wahyudi Hamisi untuk Perkuat Lini Tengah
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Festival Film Wartawan 2026, Dorong Perfilman Indonesia Makin Berkualitas
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
LNG Abadi Masela, Tonggak Kemandirian Energi Akhirnya Dibangun Setelah Menunggu 28 Tahun
• 14 jam lalucumicumi.com
thumb
Geliat Trio Saham Hapsoro, Stock Split dan Harapan Turnaround Jadi Sorotan
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.