JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa kelangkaan BBM subsidi Nasional masih di tahap aman.
Namun kenyataannya, terjadi kelangkaan BBM subsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang memicu antrean panjang, khususnya di Medan, Sumatera Utara.
BACA JUGA:DPR Ungkap Biang Kerok Antrean BBM di Medan, Masyarakat Berbondong-bondong Beralih ke Pertalite
Meski stok BBM nasional dipastikan dalam kondisi aman, gangguan distribusi yang terjadi di lapangan memaksa Kementerian ESDM melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran BBM di berbagai daerah.
Evaluasi tersebut dilakukan setelah laporan kelangkaan Pertalite dan Biosolar tidak hanya muncul di Medan, tetapi juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Ketapang, Kalimantan Barat.
Keadaan itu justru menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas rantai distribusi BBM dari terminal penyimpanan hingga ke SPBU.
BACA JUGA:Mahasiswa Tuntut Penghematan, Eks Komut Pertamina Ahok Contohkan Skema Pertamax dan Pertalite
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) untuk turun langsung ke lapangan guna mengidentifikasi penyebab gangguan pasokan.
"Jadi untuk ketersediaan BBM untuk seluruh wilayah kita lakukan evaluasi. Saya dari Kementerian ESDM sudah minta Kepala BPH Migas melakukan pengecekan bersama PT Pertamina, jadi apa permasalahan yang ada di lapangan," tekan Yuliot di Jakarta.
Di tengah antrean kendaraan yang mengular di berbagai SPBU, pemerintah memastikan cadangan BBM nasional masih berada pada level yang mencukupi. Yuliot menegaskan persoalan yang terjadi bukan disebabkan oleh keterbatasan stok.
"Stok aman, lebih dari cukup," tegasnya.
BACA JUGA:Resmi! Harga BBM Pertamina 1 Juli 2026, Cek Daftar Lengkap Pertalite hingga Pertamax Turbo
Pernyataan tersebut mengarah pada dugaan bahwa hambatan terjadi di sektor distribusi, mulai dari proses pengiriman BBM dari terminal terpadu hingga penyaluran ke SPBU.
Menurut Yuliot, pemerintah saat ini tengah memeriksa kemungkinan adanya kendala transportasi maupun hambatan operasional lainnya yang menyebabkan pasokan BBM terlambat tiba di SPBU.
"Ini pengiriman itu relatif lancar. Kemudian distribusi dari terminal terpadu ke SPBU-SPBU ada hambatan transportasi atau bagaimana, itu yang sedang kita cek," papar dia.
- 1
- 2
- »





