Pantau - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan TNI Angkatan Laut (TNI AL) membantu pemerintah memperkuat persediaan kedelai nasional dengan mengelola ribuan hektare lahan untuk dijadikan ladang kedelai.
TNI AL Kembangkan Lahan Kedelai di Berbagai WilayahUpaya tersebut dilakukan untuk memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.
Agus Subiyanto menyampaikan langkah tersebut saat memberikan paparan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
“Upaya ini akan memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor,” kata Agus.
Dalam paparannya, Agus menjelaskan TNI AL telah mengelola lahan seluas 2.432 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia untuk dijadikan ladang kedelai.
Dari lahan tersebut, produksi kedelai mencapai 3.676 ton yang tersebar di enam wilayah dan memberikan kontribusi sebesar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026.
“TNI Angkatan Laut mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi 3.676 ton tersebar di enam wilayah dengan kontribusi sebesar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026,” ujar Agus.
TNI AL Tambah Lahan untuk Tingkatkan ProduksiAgus menilai hasil produksi tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan penguatan stok kedelai nasional sehingga TNI AL kembali membuka lahan baru seluas 3.110 hektare.
Lahan tambahan tersebut tersebar di tujuh wilayah dan akan dikelola oleh prajurit TNI AL yang berada di setiap markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral).
Dari lahan tambahan tersebut, estimasi hasil panen diperkirakan mencapai 5.287 ton.
“Estimasi panen mencapai 5.287 ton,” ungkap Agus.
Agus memastikan jajaran TNI AL akan mengelola lahan tersebut secara maksimal agar menghasilkan kedelai dengan kualitas yang baik.
Melalui program tersebut, Agus berharap TNI AL dapat membantu pemerintah pusat dalam memperkuat cadangan kedelai nasional.




