TEHERAN, KOMPAS.TV - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali mengebom berbagai lokasi di Iran pada Kamis (16/7/2026) hingga Jumat (17/7) dini hari waktu setempat. Operasi pengeboman ini menjadi serangan keenam AS yang diluncurkan secara beruntun.
Militer AS dilaporkan menargetkan infrastruktur sipil di Iran seperti jembatan dan fasilitas energi. Otoritas Iran pun melaporkan serangan AS menewaskan delapan orang dan menimbulkan setidaknya 20 korban luka dalam semalam.
Serangan AS menghancurkan sebuah jembatan di Bandar Khamir, Provinsi Homozgan, Iran selatan. AS juga disebut menghancurkan fasilitas energi di wilayah selatan Iran.
Kementerian Energi Iran mengimbau masyarakat di wilayah selatan agar menghemat energi usai serangan AS. Namun, pihak kementerian tidak memerinci fasilitas apa yang terkena serangan AS.
Baca Juga: Trump Tuduh China Campuri Pemilu AS 2020, Beijing Membantah: Kami Tidak Tertarik
Sementara di kota pelabuhan Makran, serangan AS dilaporkan menghancurkan menara kontrol maritim di Pelabuhan Chabahar. Otoritas Iran mengecam serangan tersebut karena dianggap mengancam keamanan nelayan dan lalu lintas maritim.
Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) kemudian meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Al Udeid, Qatar. IRGC mengeklaim serangan itu menghancurkan sistem radar dan pesawat pengisi bahan bakar AS.
"Musuh Amerika dan tuan rumah pangkalan mereka harus tahu bahwa melampaui batas dengan menyerang warga dan infrastruktur sipil akan dibalas dengan keras dan sangat berat," demikian pernyataan IRGC dikutip Al Jazeera, Jumat (17/7).
"Jika musuh tetap melanjutkan tindakan ini, respons yang lebih dahsyat akan dikirimkan, suatu respons yang akan dicatat dalam sejarah peperangan."
Selain itu, IRGC juga meluncurkan serangan balasan ke Kuwait. Pemerintah Kuwait menyatakan serangan Iran mengenai pembangkit listrik dan fasilitas penyulingan air.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- as serang infrastruktur sipil
- iran
- amerika serikat
- irgc





