Lelah 8 Tahun Diteror, Keluarga di Depok Pilih Jual Rumah: Mau Orang Tua Tenang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Setelah hampir 8 tahun menghadapi teror dari tetangga, satu keluarga di Gang At-Taufik, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok memutuskan menjual rumah. Keputusan berat itu diambil karena orang tua mengalami tekanan psikis.

Ashyfa menceritakan awalnya keluarga sengaja pindah dari Kebagusan ke Depok agar bisa kumpul keluarga besar di lingkungan yang asri.

"Pindah dari Kebagusan Megawati, area yang rame, dikelilingin sama saudara, belah-belahin jauh ke sini biar hidup tenang, nggak diusik atau nggak diganggu. Karena ya itu dari buat ngumpul keluarga besar enak, adem lokasinya, masih dikelilingin asri," ujarnya.

Namun kenyataan berbalik. "Pokoknya pas ke sini dengan kondisi seperti ini setiap saat, saya capek juga dari sisi keluarga," katanya.

Dampak paling pun berat dirasakan ibunda Ashyfa.

"Sampai hari ini nyokap saya kena kayak, mungkin orang tua saya stres kali ya, bisa dibilang. Tertekan juga dengan adanya. Sampai kemarin ulang tahunnya, dia nangis-nangis. Lihat orang sebanyak, dari media apa sih, orang banyak, dia sedih, dia nangis. Kenapa ini bisa terjadi? Dia cuma pengin hidup tenang doang," ungkapnya.

Ashyfa mengatakan, sebelum ke polisi, keluarga sudah memberi peringatan terakhir ke pelaku.

"Karena kita udah tegasin berkali-kali, sampai terakhir kita tegasin, kalau nggak ntar gue viralin, tapi masih kayak gini ya udah," ujarnya.

Kini laporan sudah masuk Polres Metro Depok dan rumah diputuskan untuk dijual dengan beralasan ingin hidup dengan tenang.

"Ya itu, saya mau orang tua saya tenang gitu aja," pungkasnya.

Adapun di kasus ini, keluarga Asyfa kerap mendapatkan perlakuan tak enak dari tetangganya. Dia melempari rumah Asyfa, merusak pagar, hingga mengancam akan disantet.

Ketua RW setempat mengatakan, konflik bermula dari pemilik rumah, Azis Suraji, menegur tetangganya karena suara musik yang keras. Mediasi pun dilakukan beberapa kali, namun perjanjian yang dihasilkan terus dilanggar tetangganya itu.

kumparan telah mencoba mengkonfirmasi soal peristiwa ini ke tetangga atau terduga pelaku. Namun, ia menolak memberi penjelasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Ditutup Melesat 1,1% Saat Bursa Asia Berguguran
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam di Pegadaian 17 Juli 2026, Tebus Mulai Rp1,42 Juta
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
BGN Respons Keheranan Anggota DPR soal WTP 2025: Paling Pas Jawab BPK
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pesan Messi untuk Haters Timnas Argentina: Suka atau Tidak, Kami yang Terbaik Empat Tahun Terakhir
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
BI: Data Kinerja Dunia Usaha pada Kuartal II 2026 Meningkat
• 9 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.