JAKARTA, KOMPAS.TV - Mahasiswa dan masyarakat sipil yang menamakan diri Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (17/7/2026).
Dalam unjuk rasa tersebut, massa aksi meminta penghentian sementara dan evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Massa aksi mulai berorasi sekitar pukul 15.00 WIB sore hari di kawasan Monas.
Semula, massa berencana menggelar aksi di kawasan Patung Kuda. Namun, setibanya di lokasi, polisi meminta massa berunjuk rasa di kawasan IRTI Monas.
Dalam unjuk rasa yang digelar hari ini, massa aksi menyuarakan tiga tuntutan: kembalikan kedaulatan masyarakat sipil, bongkar total sistem negara, selamatkan pendidikan Indonesia.
"Bongkar sistem negara ini berkaitan dengan PSN-PSN, proyek strategis nasional yang sangat merugikan, contohnya MBG dan Kopdes Merah Putih," kata Kepala Departemen Pergerakan BEM UNJ, Dwi Ibnu di Jakarta, Jumat.
Kepala Departemen Pergerakan BEM UNJ, Dwi Ibnu menyampaikan keterangan pada wartawan di Jakarta, Jumat (17/7/2026). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)Baca Juga: Sekolah Kembali Aktif, MBG Berjalan Lagi: Harga Ayam dan Telur di Blora Naik Kembali | KOMPAS SIANG
Mahasiswa menilai pelaksanaan program pemerintah tersebut tidak memenuhi harapan masyarakat.
"Bentuk eksekusinya lagi-lagi yang terjadi di lapangan itu tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat," tuturnya.
Aksi tersebut diwarnai orasi sejumlah peserta aksi. Dalam siaran langsung KompasTV, terpantau salah satu orator menyampaikan tajuk aksi mereka sore itu dengan pengeras suara dari atas mobil komando.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- aksi
- demo
- mahasiswa
- mbg
- kopdes
- jakarta





