Barco sejatinya bukan pemain yang turun dalam pertandingan di Stadion Atlanta tersebut. Ia berada di bangku cadangan ketika Argentina mengalahkan Inggris 2-1 dan memastikan tempat di partai final.
Namun, selebrasinya setelah gol penyeimbang Argentina menjadi salah satu titik awal ketegangan yang kemudian meledak selepas peluit panjang.
Rekaman pertandingan memperlihatkan Bellingham mendekati Barco yang sedang merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya. Gelandang Inggris itu kemudian tampak menampar bagian belakang kepala Barco.
Pemain Argentina tersebut lalu segera berbalik dan membalas dengan dorongan sebelum sejumlah pemain memisahkan keduanya.
Insiden itu membuat publik penasaran terhadap sosok Barco. Meski belum menjadi pilihan utama Argentina, pemain berambut merah tersebut bukan figur asing dalam peta talenta muda sepak bola dunia.
Biodata Valentin Barco
Nama lengkap: Valentín Barco
Nama panggilan: El Colo
Tempat lahir: Veinticinco de Mayo, Buenos Aires, Argentina
Tanggal lahir: 23 Juli 2004
Usia: 21 tahun
Tinggi badan: Sekitar 1,72 meter
Kaki dominan: Kiri
Posisi: Gelandang tengah, bek kiri, dan winger
Klub saat ini: RC Strasbourg Alsace
Nomor punggung: 32
Kewarganegaraan: Argentina
Barco mendapat julukan El Colo, kependekan dari colorado, istilah yang lazim digunakan di Argentina untuk seseorang dengan rambut kemerahan. Ia kini tercatat sebagai pemain Strasbourg setelah sebelumnya menjalani perjalanan karier di Boca Juniors, Brighton & Hove Albion, dan Sevilla.
Mengapa Bellingham Menampar Valentin Barco?
Ketegangan diduga mulai terbentuk ketika Argentina mencetak gol penyeimbang melalui Enzo Fernandez. Barco, yang berstatus pemain cadangan, masuk ke area lapangan untuk merayakan gol dan berlari ke arah sisi tempat para pemain serta staf Inggris berada.
Selebrasi tersebut dinilai provokatif oleh sebagian pihak. Barco terlihat mengepalkan tangan dan merayakan gol di dekat kubu Inggris. Bek Inggris John Stones bahkan sempat mendorongnya menjauh dari area tersebut.
Setelah pertandingan berakhir, Bellingham mendekati Barco yang berada di tengah kelompok pemain Argentina. Kontak pada bagian belakang kepala Barco kemudian memicu aksi saling dorong dan kerumunan pemain dari kedua tim.
Belum ada kepastian bahwa selebrasi Barco menjadi alasan langsung tindakan Bellingham. Rekaman yang beredar hanya memberikan konteks mengenai rangkaian kejadian sebelum konfrontasi tersebut. Karena itu, hubungan sebab-akibat tidak dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait.
Hingga artikel ini diterbitkan, belum ditemukan pengumuman resmi FIFA mengenai hukuman terhadap Bellingham. Sejumlah laporan menyebut insiden tersebut dapat ditinjau oleh komite disiplin, tetapi potensi sanksi masih bersifat kemungkinan.
Jebolan Akademi Boca Juniors
Jauh sebelum namanya terseret dalam keributan di Piala Dunia, Barco telah dikenal sebagai salah satu produk akademi Boca Juniors yang paling menjanjikan.
Ia menghabiskan sebagian besar masa mudanya bersama klub raksasa Argentina tersebut. Barco kemudian mendapatkan kesempatan bermain di tim utama pada 2021, beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-17. Keputusan itu menggambarkan betapa tinggi penilaian Boca terhadap kemampuan teknisnya.
Kesempatan reguler tidak langsung datang. Setelah menjalani periode awal yang singkat, Barco harus menunggu sekitar dua tahun sebelum kembali memperoleh tempat di tim utama.
Musim 2023 menjadi titik ledaknya. Barco berkembang sebagai bagian penting dari tim Boca yang mencapai final Copa Libertadores. Boca akhirnya kalah dari Fluminense, tetapi performa Barco sepanjang kompetisi menarik perhatian sejumlah klub Eropa.
Ia tidak hanya bermain sebagai bek kiri. Boca memberikan kebebasan kepada Barco untuk bergerak lebih tinggi sebagai gelandang kiri, menusuk ke tengah, membawa bola, dan membangun kombinasi dengan pemain depan.
Perjalanan ke Brighton, Sevilla, dan Strasbourg
Brighton & Hove Albion membawa Barco ke Inggris pada awal 2024. Transfer tersebut terlihat sesuai dengan reputasi Brighton sebagai klub yang berani mengembangkan pemain muda asal Amerika Selatan.
Namun, proses adaptasinya di Liga Inggris tidak berjalan mulus. Barco hanya memperoleh kesempatan terbatas sebelum dipinjamkan ke Sevilla pada musim 2024/2025. Setelah periode singkat di Spanyol, perjalanan berikutnya membawanya ke Strasbourg pada Januari 2025.
Kepindahan ke Prancis menjadi fase penting dalam perkembangan Barco. Strasbourg memberi ruang yang lebih besar kepadanya untuk mengolah bola, membangun serangan, dan bermain di area sentral.
Strasbourg kemudian mempermanenkannya pada Juli 2025. Kepindahan tersebut juga tercatat sebagai salah satu pemain yang meninggalkan Brighton pada jendela transfer musim panas 2025.
Berubah dari Bek Kiri Menjadi Gelandang Tengah
Barco pada awalnya dikenal sebagai bek kiri ofensif. Ia gemar naik membantu serangan, memiliki kontrol bola rapat, dan mampu melepaskan umpan silang menggunakan kaki kiri.
Seiring perjalanan kariernya, peran itu berubah. Di Strasbourg, ia semakin sering dimainkan sebagai gelandang tengah. Posisi tersebut dinilai lebih sesuai dengan kecerdasan bermain dan kualitas umpannya, sekaligus mengurangi tuntutan duel fisik yang biasanya dihadapi bek di kompetisi Eropa.
Perkembangannya di lini tengah terlihat dari produktivitas umpan terobosan. Barco tercatat membuat 39 through ball pada pertandingan Ligue 1 musim 2025/2026. Jumlah tersebut mencapai 22 lebih banyak dibandingkan dua pemain terdekat dalam catatan itu, Vitinha dan Ousmane Dembele.
Angka tersebut memperlihatkan kekuatan utama Barco. Ia bukan gelandang yang hanya mengalirkan bola dengan aman. Pemain berkaki kiri itu berani mencari celah sempit dan mengirim umpan progresif untuk membongkar garis pertahanan lawan.
Gaya Bermain Valentin Barco
Barco dikenal sebagai pemain teknik yang nyaman menerima bola di ruang sempit. Posturnya memang tidak terlalu tinggi, tetapi pusat gravitasi rendah membantu dirinya menjaga keseimbangan ketika menggiring bola.
Kaki kirinya merupakan senjata utama. Ia dapat mengirim umpan silang, mengambil bola mati, melepaskan umpan diagonal, atau bergerak dari sisi kiri menuju area tengah.
Saat masih bersama Boca, Barco sering membawa bola secara agresif dan menjadi penghubung antara lini tengah dengan serangan. Kemampuannya bergerak dari posisi bek, gelandang sayap, hingga gelandang sentral menjadikannya pemain yang fleksibel secara taktik.
Kelemahannya terlihat dalam duel fisik dan tanggung jawab bertahan sebagai bek murni. Perubahan menjadi gelandang tengah memberi Barco kesempatan untuk menonjolkan teknik, visi, dan kreativitas tanpa terlalu sering menghadapi duel satu lawan satu di area pertahanan.
Analisis Premier League juga menilai karakter permainannya lebih cocok diberi kebebasan daripada ditempatkan sebagai bek kiri konvensional.
Barco dan Tim Nasional Argentina
Penampilan bersama Strasbourg membuka pintu bagi Barco untuk masuk dalam rencana tim nasional senior Argentina. Ia mendapatkan debut bersama tim utama pada Maret 2024 dan terus berada dalam radar Lionel Scaloni.
FIFA menyebut Barco sebagai pemain termuda dalam skuad Argentina pada Piala Dunia 2026 setelah menjalani musim yang menonjol bersama Strasbourg. Keikutsertaan itu menandai lompatan penting bagi pemain yang baru beberapa tahun sebelumnya menembus tim utama Boca Juniors.
Persaingan di skuad Argentina tetap sangat ketat. Barco harus berhadapan dengan pemain yang lebih berpengalaman, terutama pada posisi bek kiri dan gelandang. Fleksibilitasnya menjadi nilai tambah karena ia dapat dipasang di beberapa peran sesuai kebutuhan pertandingan.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





