- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Latihan Kerja (BLK) Bogo, Kecamatan Plemahan.
- Salah satu program unggulan adalah pelatihan Bahasa Jepang sebagai persiapan peserta mengikuti seleksi program magang dan kerja IM Japan.
- Selain Bahasa Jepang, peserta juga mengikuti pelatihan digital marketing, MUA, pengelasan, barbershop, administrasi perkantoran, barista, dan teknik sepeda motor.
- Lulusan pelatihan akan memperoleh sertifikat kompetensi BNSP, sementara peserta kelas MUA dan barista akan mengikuti program magang di perusahaan mitra.
Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Bogo, Kecamatan Plemahan, Jumat (17/7/2026).
Program yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran melalui pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja.
Siapkan Peserta Ikut Program IM Japan
Dalam kunjungannya, Mas Dhito menyoroti pelatihan Bahasa Jepang yang dipersiapkan bagi peserta yang akan mengikuti program IM Japan, yaitu program magang dan kerja di Jepang.
Menurutnya, pembekalan bahasa menjadi modal penting agar peserta memiliki kesiapan bersaing dan mampu mengikuti proses seleksi dengan baik.
“Maka kita persiapkan anak-anak di Kabupaten Kediri untuk mendapatkan pelajaran Bahasa Jepang,” kata Mas Dhito.
Selain Bahasa Jepang, peserta juga memperoleh pelatihan di berbagai bidang keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Bogo, Kecamatan Plemahan, Tersedia Delapan Kelas PelatihanProgram PBK di BLK Bogo menyediakan berbagai pilihan kelas, antara lain:
- Bahasa Jepang
- Digital marketing
- Make Up Artist (MUA)
- Pengelasan
- Barbershop
- Administrasi perkantoran
- Barista
- Teknik sepeda motor
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito juga berkeliling meninjau setiap ruang pelatihan, berdialog dengan peserta, serta memberikan motivasi kepada para instruktur dan peserta.
Lulusan Dapat Sertifikat BNSP
Durasi pelatihan berlangsung antara 120 hingga 240 jam, atau sekitar 15–30 hari tatap muka, tergantung jenis pelatihan yang diikuti.
Setiap kelas diikuti oleh 20 peserta.
Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti kompetensi yang dapat digunakan saat memasuki dunia kerja.
Meski demikian, Mas Dhito menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari sertifikat yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
“Paling penting pasca pelatihan itu, mereka menggunakan ilmunya atau tidak, itu kuncinya,” tegasnya.
Dorong Penyerapan Tenaga Kerja
Kepala Disnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menjelaskan bahwa hingga saat ini peserta telah mengikuti pelatihan selama lima hari.
Khusus peserta pelatihan Bahasa Jepang, mereka dijadwalkan mengikuti seleksi program magang ke Jepang pada 24 Agustus 2026.
Sementara itu, peserta pelatihan Make Up Artist (MUA) dan barista yang menjalani pelatihan selama 240 jam akan mendapatkan kesempatan mengikuti program magang di perusahaan mitra setelah menyelesaikan pelatihan.
Menurut Ibnu, skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang kerja peserta sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Kediri.
“Harapannya mereka dapat menunjukkan skill dan soft skill yang dimiliki sehingga dapat diterima bekerja di perusahaan mitra,” ujarnya. [ADV PKP/nm]




