Potongan Komisi Jadi 8%, Pengemudi Ojol Rasakan Dampak Positif

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bekasi: Perubahan skema komisi aplikasi menjadi 8 persen menjadi topik hangat di kalangan pengemudi transportasi online. Namun, sejumlah mitra ojek online Grab menyampaikan pengalaman yang menunjukkan bahwa kebijakan ini justru tidak berdampak negatif pada pendapatan mereka.

Di tingkat lapangan, para pengemudi menyikapi perubahan tersebut dengan mengatur ulang jam operasional, berpindah ke lokasi yang lebih ramai, serta mengaktifkan berbagai layanan yang tersedia dalam aplikasi.

Untung, mitra Grab asal Bekasi, membandingkan jumlah perjalanan dan nominal pendapatan pada dua tanggal yang berbeda. Ia menuturkan bahwa pengalamannya setelah kebijakan baru diterapkan tetap dipengaruhi oleh cara dirinya mengelola aktivitas di lapangan.

"Dengan berlakunya komisi 8%, pendapatan saya meningkat, bukan menurun. Tetap semangat," ujar Untung.

Sementara itu, Alam Selamet yang beroperasi di Jakarta membandingkan catatan pendapatan sepekan sebelum dan sesudah skema baru berlaku. Menurutnya, fluktuasi pendapatan perlu dilihat secara proporsional dengan kondisi order yang dihadapi para pengemudi.

"Setelah kebijakan 8% ini, alhamdulillah ada kenaikan. Yang penting kita semangat mengantarkan dan menjemput orderan," kata Alam Selamet.
 

Baca Juga :

Potongan Komisi Jadi 8%, Menteri UMKM Sebut Pendapatan Ojol Tidak Turun


Pandangan berbeda disampaikan Elly Zulfaida dari Bogor. Ia menilai pendapatannya tetap stabil dan memilih untuk terus bergerak mencari pelanggan, sehingga tidak sekadar mengandalkan satu titik dalam mencari order.

"Untuk pendapatan masih stabil, enggak berpengaruh. Jangan asal duduk saja, mobile," ujar Elly Zulfaida.

Skema komisi baru menjadi salah satu elemen dalam ekosistem kerja pengemudi. Hasil harian tetap ditentukan oleh intensitas kerja dan dinamika pasokan permintaan di masing-masing wilayah.

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mentatakan bahwa pendapatan ojek online (ojol) tidak turun setelah pemberlakuan kebijakan pembagian komisi 92 persen untuk driver dan 8 persen untuk aplikator.


Ilustrasi. Foto: Dok istimewa


"Saya telah menanyakan bahwa ada isu dengan komisi mereka ditambahkan 92 persen justru pendapatan malah makin kecil. Kita tanyakan sama mereka, tidak juga," kata Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 12 Juli 2026.

Ia mengaku telah mengkonfirmasi 19 komunitas dan asosiasi ojol dari berbagai daerah. Hasilnya, mayoritas driver ojol mengaku bersyukur dengan kebijakan yang diusung langsung oleh Presiden Prabowo tersebut.

Ia menambahkan jika ada driver yang merasakan penurunan penghasilan dalam satu pekan terakhir, hal itu bukan disebabkan oleh perubahan pembagian komisi, melainkan karena masa libur sekolah dan libur perkuliahan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Masih Tumbuh, Tapi Waspada Risiko Fiskal
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Canda Prabowo soal Polisi Tak Mau di Bawah Kemhan
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Masa Depan Minecraft Bedrock Semakin Menarik, Inilah Alasan Versi Ini Diprediksi Mendominasi Pemain Minecraft
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Iran gempur fasilitas militer AS di Oman, Suriah, Yordania
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Empat Motor dari Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Dilaporkan Hilang ke SS Jumat Hari Ini
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.