MALANG, KOMPAS.TV- Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah akan membangun sedikitnya 30 pabrik etanol guna mempercepat pengembangan bahan bakar campuran bensin dan etanol (E20).
Prabowo mengatakan, Indonesia telah mulai menuju penggunaan E10 atau bensin dengan campuran etanol sebesar 10 persen. Namun, menurutnya, kemampuan nasional masih bisa ditingkatkan hingga mencapai E20.
"Saya minta maaf tadi saya lama melihat pameran itu. Ada tadi sudah mulai kita mampu menuju E10, etanol 10. Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10 persen etanol," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada Panen Raya TNI Terintegrasi, di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: BGN Akui Punya Tunggakan Belanja Rp1,6 Triliun: Realisasi Belanja Barang Hanya 66 Persen
Presiden mengungkap, para petugas yang memaparkan program tersebut menyampaikan Indonesia memiliki potensi untuk mencapai E20. Namun, saat ini fasilitas produksinya masih sangat terbatas.
"Tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik. Pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik," ujar Prabowo.
Oleh karena itu, ia langsung memutuskan pembangunan pabrik etanol dalam jumlah besar untuk mendukung program bioenergi nasional.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Sebut Mulai 2027 BBM Bakal Dicampur Etanol
"Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik. India sudah E20, India sudah E20, Brazil sudah E100. Masa Indonesia enggak bisa? Indonesia bisa kan?" tegas mantan Menteri Pertahanan ini.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menyampaikan Indonesia telah menghentikan impor solar sejak Juli 2026 setelah berhasil memproduksi biodiesel B50 berbahan baku kelapa sawit.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- pabrik etanol
- bahan bakar e20
- presiden prabowo
- prabowo panen raya malang





