Tiga Posko, Satu Misi, Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Hadirkan Inovasi Kesehatan dari Desa untuk Indonesia

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Kali ini melalui berbagai program inovatif di Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Selama lebih dari 40 hari, tiga posko KKN di Desa Poleonro, Desa Pattimpa, dan Desa Salebba menghadirkan puluhan program kerja.

Ini yang dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat, mulai dari pencegahan stunting, deteksi dini penyakit tidak menular, edukasi kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat lintas sektor.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Seminar Program Kerja di masing-masing desa yang dihadiri pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan warga.

Seminar menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memaparkan rencana pengabdian sekaligus menyerap masukan masyarakat agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Di Posko Desa Poleonro, enam mahasiswa yang terdiri atas Muh. Nur Khairil Nafi’Mahdy (Farmasi), Futri Elzhara (Ilmu Keperawatan), Winny Suciangto (Pendidikan Dokter), Nur Ramadhani Rauf (Ilmu Gizi), Rahmat Hidayat (Peternakan), dan Maria Goretti (Pendidikan Dokter) mengusung tema besar pencegahan stunting dan penguatan layanan kesehatan masyarakat.

Mahasiswa Farmasi, Muh. Nur Khairil Nafi’Mahdy mengatakan berbagai program edukasi disiapkan, mulai dari optimalisasi konsumsi suplemen bagi ibu hamil, edukasi MPASI berbasis protein hewani.

Lalu ada PHBS di sekolah dasar, deteksi dini gangguan pertumbuhan balita, hingga pemanfaatan bahan lokal sebagai pakan ternak.

“Program yang paling menarik perhatian adalah PUSTU CERIA (Cerdas, Bersih, Indah, dan Sehat). Ini yaitu transformasi Puskesmas Pembantu menjadi ruang edukasi kesehatan melalui mural interaktif tentang stunting, gizi, dan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga masyarakat dapat memperoleh edukasi setiap kali mengakses layanan kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Posko Desa Pattimpa yang diperkuat oleh Hartama Saputra Har (Kedokteran Hewan), Raihan Pakata (Sastra Inggris), Muthia Syahida (Kedokteran Gigi), Husnul Fatimah (Ilmu Gizi), Miftahul Khair (Farmasi), dan Nurfadilah Safitri (Fisioterapi) mengangkat tema peningkatan kesehatan dan pendidikan masyarakat melalui berbagai program promotif.

Program individu yang dijalankan meliputi edukasi SMART POSTURE untuk mencegah gangguan muskuloskeletal, SEHATI sebagai edukasi pencegahan anemia pada remaja, MY AMAZING BODY untuk mengenalkan bagian tubuh kepada anak-anak.

GOLDEN AGE mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan dalam pencegahan stunting, SENYUM CERIA berupa edukasi dan demonstrasi menyikat gigi yang benar, serta penyuluhan bahaya rabies bagi masyarakat yang memelihara anjing.

Tak hanya itu, mahasiswa juga menghadirkan dua program kelompok unggulan, yaitu SANIKA (Sanitasi Kita) yang mengajarkan pentingnya kebersihan tangan.

Ini melalui pelatihan pembuatan hand sanitizer secara mandiri bagi siswa SMA Negeri 28 Bone, serta MOVE SMART, BACK STRONG: Edukasi dan Stretching untuk Pencegahan Low Back Pain dan Risiko Jatuh pada Masyarakat Desa Pattimpa.

Tujuannya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan tulang belakang, mencegah nyeri punggung bawah dan risiko jatuh melalui edukasi ergonomi, latihan peregangan (stretching), serta aktivitas fisik yang aman.

Program tersebut juga dipadukan dengan pemberian vitamin bagi ternak sapi milik warga sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan hewan dan produktivitas peternakan masyarakat.

Di Posko Desa Salebba tim yang terdiri atas **Khairil Mikdar (Pendidikan Dokter), Andi Maiepa Deapathy Hasdam (Kesehatan Masyarakat), Hataya Salwa Febrian (Ilmu Keperawatan), Andi Asyuliandari Istiqamah (Manajemen), dan Ilham (Teknologi Hasil Perikanan) menyusun 12 program kerja yang berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Program unggulan mereka menghadirkan layanan skrining kesehatan gratis berupa pemeriksaan glukosa darah, kolesterol, dan asam urat sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai teknik perlekatan menyusui yang benar kepada ibu hamil sebagai strategi meningkatkan keberhasilan pemberian ASI sekaligus mencegah stunting sejak masa kehamilan.

Kombinasi pelayanan kesehatan langsung dan edukasi preventif tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini sekaligus menerapkan pola hidup sehat.

Supervisor KKN-PK Universitas Hasanuddin Kecamatan Ponre, Dr. Nirwana Permatasari, S.Psi., S.H., M.Pd., M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

*”Saya berharap mahasiswa mampu menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat, menghargai budaya setempat, dan melaksanakan program secara bertanggung jawab,” ucapnya.

Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut memberikan manfaat serta dapat menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Menurutnya, kekuatan KKN-PK terletak pada kolaborasi lintas disiplin ilmu yang memungkinkan mahasiswa menghadirkan solusi yang lebih komprehensif terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta memperkuat kualitas kesehatan masyarakat di Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Mengenali Orang Tidak Bermoral dari Unggahan Medsosnya
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Astamaops Kapolri Perkuat Integrasi Layanan 110 demi Respons yang Lebih Cepat
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pelajaran dari Harry Kane untuk Karyawan Muda yang Pernah Ditolak dan Diremehkan
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Pigai Tegaskan Ajakan Belanja Rp1 Juta di Koperasi Merah Putih adalah Hoaks!
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Pemerintah Rampungkan Aturan AI, Fokus pada Etika, Ekonomi, dan Layanan Publik
• 4 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.