Terlibatnya FBI dan Secret Service dalam Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Perannya

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Penanganan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah turut melibatkan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan United States Secret Service (US SS)

Dua lembaga penegak hukum asal Amerika Serikat tersebut sempat mendatangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya pada Selasa (14/7/2026).

Kedatangan mereka disebut berkaitan dengan pemeriksaan barang bukti berupa valuta asing yang disita dalam perkara tersebut.

Baca juga: Kemarau Datang, Sumur Mengering, Warga Kampung Koceak Tangsel Menanti Air dan Sumur Bor

Setelah sekitar satu jam berada di dalam Gedung Ditreskrimsus Polda Metro, rombongan FBI dan Secret Service meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Lantas, apa peran FBI dan Secret Service dalam penanganan kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret nama Febrie Adriansyah?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, FBI dan US SS dilibatkan karena kedua institusi tersebut berwenang untuk memeriksa keaslian uang dolar Amerika Serikat yang disita penyidik dari sejumlah lokasi terkait kasus Febrie.

“Ya mereka (FBI dan US SS) kan yang memiliki otoritas untuk pengujian terkait dengan kurs United States dollar,” kata Budi saat dihubungi lewat panggilan telepon, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan laman www.secretservice.gov, US SS yang berdiri sejak 1865 itu tidak hanya bertugas melindungi pejabat negara, tetapi juga memiliki mandat untuk menyelidiki kejahatan finansial, seperti pemalsuan uang, pencucian uang, hingga ancaman siber terhadap sistem keuangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kedua institusi itu, uang sebanyak 5.874.621 dolar Amerika Serikat yang disita terkait kasus Febrie dipastikan asli.

Baca juga: Jejak Suram Satpol PP Pungli Rp 300.000 di Jakut: Kerap Mangkir Kerja dan Tak Ada Kinerja

"Dinyatakan sebagai mata uang asli berdasarkan hasil pemeriksaan United States Secret Service melalui surat tanggal 16 Juli 2026," tutur Budi.

Adapun uang tersebut ditemukan di money changer dan Restoran de'Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan, serta rumah advokat Don Ritto di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, dan rumah Febrie di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sementara uang dolar Singapura yang ikut ditemukan di lokasi-lokasi tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Terkait dugaan adanya uang yang disimpan di luar negeri, Budi menyebut hal tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan yang akan dilanjutkan oleh Kejaksaan Agung setelah pelimpahan perkara.

“Ini kan proses berjalan tentang penelusuran aset. Tapi kan ini sudah diserahkan ke Kejagung. Nanti bisa ditanyakan ke Kejagung ya,” kata Budi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari penggeledahan di restoran dan money changer di Cipete, polisi menyita uang senilai Rp 67,2 miliar dalam bentuk mata uang asing dan rupiah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Takut Warga Makin Betah Jomblo? China Perangi "Pacar" Otak Imitasi AI
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kalla Toyota Pinrang Resmi Perkenalkan New Hilux 2026
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Lepas Pantai Chiapas Meksiko
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Diperiksa Kejagung, Febrie Adriansyah Tersangka Kasus ASABRI Tak Ditahan
• 23 jam laludetik.com
thumb
Nobar Final Piala Dunia di Balai Kota Bogor, Ini Lokasi Parkir Kendaraan
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.