Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah rutinitas pekerjaan yang semakin dinamis, menjaga keseimbangan antara profesionalitas dan kesehatan dengan olahraga padel menjadi penting bagi para eksekutif.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai olahraga bersama seperti padel dapat menjadi ruang untuk menjaga “likuiditas” dalam tubuh sekaligus mempererat sinergi antar pelaku industri.
Pesan tersebut disampaikan Destry saat membuka Bisnis Indonesia Executive Padel Tournament di Padel Pro Satrio Club, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, manusia juga membutuhkan keseimbangan layaknya perbankan yang membutuhkan likuiditas agar dapat terus berjalan dengan baik.
“Kalau bank itu mikirnya liquidity, termasuk yang tadi saya lagi dikupas di media. Bank kalau tidak punya liquidity pasti susah. Nah kita manusia juga mikirnya liquidity itu darah, darah itu harus mengalir dalam diri kita,” ujar Destry.
Dia mengatakan, olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus mendukung keseimbangan hidup.
Menurutnya, para profesional yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan perlu memiliki ruang untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
“Kalau tidak kita maintain, kita pasti sakit dan sebagainya. Jadi olahraga bersama seperti ini menjadi bagian dari work-life balance supaya keseimbangan tubuh kita makin bagus,” katanya.
Selain aspek kesehatan, Destry melihat olahraga padel memiliki filosofi yang relevan dengan dunia bisnis dan tantangan ekonomi ke depan.
Permainan yang membutuhkan kerja sama dengan pasangan, strategi, serta kemampuan membaca situasi dinilai mencerminkan cara pelaku usaha menghadapi dinamika ekonomi.
“Padel ini filosofinya banyak. Yang pertama adalah adanya kebersamaan, sinergi dengan partner, kemudian harus ada optimisme. Tidak mungkin kita main lalu berpikir, ‘ah sudah, kita kalah saja’. Harus ada usaha untuk menang dengan cara yang benar,” jelasnya.
Menurut Destry, dalam permainan padel pemain juga dituntut untuk memiliki strategi. Tidak selalu menyerang, tetapi ada waktu untuk bertahan dan membaca peluang. Hal tersebut, kata dia, juga berlaku dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Kita tidak bisa hanya menyerang terus, ada saatnya kita harus defensif. Itu adalah tactical yang harus kita hadapi dalam menghadapi ekonomi ke depan. Tantangan ada, apalagi kalau mendapat lawan berat, tapi peluang tetap ada,” ujarnya.
Dia menambahkan, ajang informal seperti turnamen olahraga dapat menjadi sarana membangun sinergi yang lebih luas antarindustri. Hubungan bisnis, menurutnya, tidak hanya terbentuk melalui pertemuan formal, tetapi juga melalui interaksi yang lebih cair.
“Sinergi tidak selalu dalam bentuk formal. Sinergi dalam informal itu justru kadang lebih bisa mempererat dibandingkan kalau hanya membuat surat dan sebagainya,” kata Destry.
Sementara itu, Direktur Bisnis Indonesia Henry Trianto mengatakan turnamen tersebut menjadi wadah bagi para eksekutif dan komunitas bisnis untuk bertemu dalam suasana yang lebih santai.
Dia menyebut kegiatan olahraga seperti padel tengah menjadi tren dan berpotensi menjadi agenda rutin ke depan.
“Sejatinya 20 tahun terakhir kami punya turnamen golf, itu masih ada. Tetapi karena sekarang padel sedang hype, kita buat juga turnamen ini,” ujar Henry.
Menurut dia, peserta yang mengikuti turnamen bukan atlet profesional, melainkan para eksekutif dan pelaku industri yang ingin menikmati olahraga sekaligus membangun jejaring.
“Jangan terlalu serius karena kita selektif memilih peserta. Minimal eksekutif atau usia 35 tahun ke atas, jangan atlet-atlet banget. Kalau terlalu serius nanti kita malah encok,” katanya disambut tawa peserta.
Turnamen tersebut diikuti oleh sejumlah eksekutif dari sektor perbankan dan korporasi, termasuk perwakilan Bank Indonesia, perbankan nasional, serta komunitas bisnis.
Selain pertandingan, kegiatan juga diisi dengan networking antar peserta dan berbagai aktivitas pendukung.
Destry pun mengingatkan para peserta untuk tetap menjaga semangat sportivitas dalam kompetisi. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan, melainkan bagaimana membangun kebersamaan dan optimisme.
“Kalau menang itu hal yang biasa. Yang penting kita tetap optimis, sportif, dan jangan pernah menyerah sampai titik terakhir,” tutupnya.





