Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras kepada pihak-pihak yang terus meramalkan Indonesia akan kolaps. Menurutnya, prediksi suram tersebut sudah berulang kali disampaikan, tetapi hingga kini tidak pernah terbukti.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya bersama TNI di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pemerintah memilih tetap fokus bekerja dibanding menanggapi berbagai narasi pesimistis tentang kondisi Indonesia.
"Tiap bulan Indonesia akan collapse, Juni collapse, ini sudah Juli. Juli collapse collapse saja mikirnya, mikir collapse ya. Biarin aja," ucapnya.
Prabowo mengatakan seluruh jajaran pemerintah terus bekerja untuk mengejar berbagai target pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, menurutnya, intensitas pekerjaan yang tinggi membuat sejumlah pejabat mengalami kelelahan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Tak Cukup Dikorupsi, BGN Era Dadang Ngutang Rp1,6 T, Termasuk Nunggak Bayar Sendok
“Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri, kepala badan, terus terang saja, yang ambruk masuk rumah sakit karena kerja keras,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan para menteri dan kepala lembaga bekerja dengan sigap untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Banyak di antara mereka, kata Prabowo, harus mengorbankan waktu istirahat demi mengejar target-target pemerintahan.
Presiden juga menegaskan pemerintahannya sedang bekerja keras agar Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
Di tengah berbagai kritik yang menyebut Indonesia sedang mengalami kemunduran atau "Indonesia Gelap", Prabowo meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi tersebut.
"Jangan membebek kepada kekuatan asing terus. Indonesia jelek, Indonesia apa, Indonesia gelap. Kalau pakai kacamata gelap, ya, gelap terus," sentil dia.
Baca Juga: Pemilik Emas 74 Kg Terungkap! Ternyata Bukan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen memberikan hasil terbaik dalam waktu secepat mungkin agar kekayaan alam Indonesia benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh rakyat.
Menurutnya, sudah terlalu lama masyarakat Indonesia hidup dalam kondisi yang tidak sebanding dengan besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini.
"Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan membuktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri," ujarnya.





