Bitcoin Bertahan di Level USD64 Ribu, Kekhawatiran The Fed Tekan Kripto

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

New York: Harga bitcoin bergerak terbatas pada perdagangan Jumat waktu setempat dan diperkirakan hanya membukukan kenaikan tipis sepanjang pekan. Pergerakan mata uang kripto terbesar di dunia tertahan oleh kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 18 Juli 2026, bitcoin naik 0,1 persen menjadi USD64.003,1. Secara mingguan, aset digital tersebut juga hanya menguat sekitar 0,1 persen.

Sepanjang pekan, bitcoin mengalami tarik-menarik sentimen antara meredanya tekanan inflasi AS dan meningkatnya permintaan terhadap aset aman akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
 

Baca Juga :

Bitcoin Melemah ke USD64.216, Tertekan Sinyal Hawkish Fed dan Konflik AS-Iran
  Komentar pejabat The Fed tekan bitcoin
Pada awal pekan, bitcoin sempat menembus level USD65 ribu setelah data inflasi konsumen AS Juni menunjukkan perlambatan. Data tersebut diikuti laporan inflasi produsen yang juga lebih moderat, sehingga sempat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Namun, optimisme tersebut tidak bertahan lama setelah sejumlah pejabat Federal Reserve menyampaikan pandangan yang lebih ketat mengenai kebijakan moneter.

Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan mendorong kenaikan suku bunga yang sedikit lebih tinggi. Pernyataan itu sejalan dengan pandangan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang sebelumnya mengingatkan inflasi masih berpotensi bertahan pada level tinggi.

Sementara itu, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh kembali menegaskan komitmen bank sentral untuk membawa inflasi menuju target 2 persen, meski tidak menjelaskan langkah kebijakan yang akan ditempuh.

Suku bunga yang tinggi umumnya mengurangi daya tarik aset spekulatif seperti mata uang kripto karena meningkatkan biaya peluang bagi investor.


(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
  Konflik Timur Tengah perburuk sentimen pasar
Pergerakan bitcoin juga dibayangi lonjakan harga minyak dunia akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz.

Militer AS dilaporkan kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Jumat, sementara media pemerintah Iran menyebut sejumlah infrastruktur, termasuk jembatan, menjadi sasaran serangan.

Meningkatnya ketegangan geopolitik memicu kekhawatiran terhadap inflasi global, sehingga memperkuat ekspektasi pasar bahwa suku bunga dapat bertahan lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Sejak konflik AS-Iran meningkat pada Februari, Bitcoin cenderung berada dalam tren melemah dan tercatat masih turun sekitar 27 persen sepanjang 2026.
  Harga kripto terbaru
Selain bitcoin, sebagian besar aset kripto alternatif (altcoin) juga mencatat pelemahan sepanjang pekan.
  • Ether turun 1,5 persen.
  • XRP melemah 1,4 persen.
  • Cardano turun 0,3 persen
  • BNB terkoreksi 1,4 persen.
  • Solana turun 3,8 persen.
  • Dogecoin melemah 1,9 persen.
  • Token TRUMP turun 4,4 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendikdasmen Tinjau Hari Terakhir MPLS Ramah, Anak-Anak Ceria Sekali
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Fakta Baru Kasus Penganiayaan-Penyekapan Wanita di Bekasi: Pelaku Ditangkap di Rumah Teman
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Kemenkop Mulai Pelatihan Manajer KDKMP, Ferry Juliantono: Ini Tugas Sejarah
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Erin Eks Andre Taulany Kembali Berurusan dengan ART, Nur Rohmah Akui Trauma hingga Sempat Tak Berani Kerja Lagi
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Menteri Nusron: Ketahanan pangan butuh kepastian hukum atas tanah
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.