Saat ini, tersedia banyak pilihan yang bisa dijalankan untuk menjaga kondisi finansial tetap sehat. Mulai dari memanfaatkan investasi, membuka usaha, hingga berbagi pengalaman sebagai konsultan atau mentor. Kuncinya adalah menyiapkan sumber penghasilan yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan kondisi keuangan.
Memiliki penghasilan setelah pensiun membantu menjaga stabilitas keuangan, terutama di tengah kenaikan biaya hidup akibat inflasi. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, aktivitas produktif juga dapat menjaga kesehatan mental, memperluas relasi, dan memberikan rasa percaya diri.
Baca juga: Lebih dari 50% Lansia di Indonesia Belum Merdeka Finansial
Karena itu, persiapan masa pensiun sebaiknya tidak hanya berfokus pada besarnya dana yang terkumpul, tetapi juga bagaimana dana tersebut mampu menghasilkan pemasukan secara berkelanjutan.
Melansir laman Sahabat Pegadaian, berikut hal-hal yang bisa dilakukan agar tetap berpenghasilan di masa senja: 1. Memulai Karier Kedua Pensiun bisa menjadi kesempatan untuk mencoba profesi baru yang lebih fleksibel. Banyak pensiunan memilih menjadi penulis, pengajar, pembicara, atau aktif di organisasi sosial.
Karier kedua tidak hanya memberikan tambahan penghasilan, tetapi juga menjaga kemampuan berpikir tetap aktif dan memberi kepuasan karena masih bisa berkarya. 2. Mengandalkan Investasi sebagai Sumber Pendapatan Pasif Salah satu strategi yang banyak diterapkan adalah membangun pendapatan pasif melalui investasi. Tujuannya agar uang tetap bekerja meski aktivitas fisik mulai berkurang.
Beberapa instrumen yang dapat dipertimbangkan antara lain saham dividen, Surat Berharga Negara (SBN) seperti ORI atau Sukuk Tabungan, dan properti sewa. 3. Menjadi Konsultan atau Mentor Pengalaman kerja selama puluhan tahun merupakan aset yang bernilai tinggi. Keahlian tersebut dapat dimanfaatkan dengan membuka jasa konsultasi atau menjadi mentor bagi pelaku usaha, UMKM, maupun perusahaan yang membutuhkan masukan dari praktisi berpengalaman. Model pekerjaan ini cenderung fleksibel karena tidak mengharuskan bekerja penuh waktu. 4. Membangun Bisnis Skala Kecil Membuka usaha juga menjadi pilihan untuk menambah pemasukan setelah pensiun. Bisnis yang dikelola tidak harus besar. Waralaba, usaha kuliner, minimarket, atau jasa ekspedisi dapat menjadi alternatif karena sistem operasionalnya relatif lebih siap dibanding membangun usaha dari nol. Pilih jenis usaha yang sesuai dengan kemampuan dan tidak membebani kondisi fisik. 5. Mengembangkan Agribisnis Rumahan Berkebun atau beternak dalam skala kecil kini tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga bisa menghasilkan pendapatan. Selain menghasilkan nilai ekonomi, aktivitas ini juga membantu menjaga kebugaran dan mengurangi stres. 6. Menjadi Mitra Investor (Silent Partner) Jika tidak ingin terlibat langsung mengelola usaha, menjadi silent partner dapat menjadi pilihan. Dalam skema ini, seseorang menanamkan modal pada usaha milik keluarga, kerabat, atau rekan yang dipercaya. Pengelolaan bisnis dilakukan oleh pihak lain, sementara investor memperoleh pembagian keuntungan sesuai porsi kepemilikan modal.
Namun, sebelum menanamkan modal, pastikan kerja sama dilakukan secara profesional dan memiliki perjanjian yang jelas.
Masa pensiun yang tenang tidak hanya bergantung pada besarnya dana yang dimiliki, tetapi juga kemampuan mengelola aset agar tetap produktif menghasilkan pendapatan.
Dengan mengombinasikan investasi, aktivitas produktif, dan pengelolaan keuangan yang disiplin, masa pensiun dapat menjadi fase kehidupan yang tetap mandiri, nyaman, dan sejahtera.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)





