Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Logo Apple. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple berhasil menyalip Nvidia sebagai perusahaan paling bernilai di dunia. Perubahan posisi ini menunjukkan investor mulai menilai kembali prospek perusahaan yang selama ini menjadi penerima manfaat utama dari ledakan kecerdasan buatan (AI).

Nilai kapitalisasi pasar Apple terakhir tercatat sekitar US$4,88 triliun. Sementara itu, Nvidia berada di kisaran US$4,86 triliun setelah sahamnya anjlok 3,5%.

Apple merebut kembali posisi teratas untuk pertama kalinya sejak April tahun lalu. Sebelumnya, Nvidia memimpin daftar perusahaan dengan nilai pasar terbesar selama hampir satu tahun.


Pilihan Redaksi
  • iPhone di China Bakal Beda Sendiri, Fitur Ini Tak Ada di Negara Lain
  • NVIDIA Masuk Batam, Kota Industri Ini Siap Jadi Hub AI ASEAN
  • Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

Perubahan peringkat ini mencerminkan pergeseran pandangan investor terhadap prospek industri AI. Investor kini tidak hanya berfokus pada perusahaan yang secara langsung memasok teknologi untuk pengembangan AI, seperti Nvidia.

"Apple dianggap tertinggal dalam perlombaan AI karena tidak mengeluarkan banyak biaya untuk mengembangkan model AI, tetapi sekarang sentimen telah berubah," kata Toni Meadows, kepala investasi di BRI Wealth Management, dikutip dari Reuters, Sabtu (18/7/2026)

"Apple memiliki eksposur yang lebih rendah terhadap intensitas belanja modal dan berada dalam posisi yang lebih baik untuk memonetisasi AI melalui layanan, keterikatan ekosistem, dan peningkatan perangkat keras. Re-rating ini mencerminkan kepercayaan terhadap ketahanan laba, bukan kenaikan spekulatif dari AI," lanjutnya.

Bagi Apple, pencapaian tersebut menjadi sinyal bahwa perusahaan mulai memperkuat posisinya di tengah persaingan AI. Momentum ini juga dapat memengaruhi penilaian terhadap masa-masa terakhir kepemimpinan CEO Tim Cook.

Cook dijadwalkan menyerahkan jabatannya kepada veteran di bidang perangkat keras, John Ternus, pada September nanti.

Apple juga mulai mempercepat langkahnya dalam persaingan AI. Bulan lalu, perusahaan meluncurkan perombakan besar-besaran terhadap Siri yang sempat tertunda cukup lama.

Apple berharap versi terbaru asisten virtual tersebut dapat mempersempit kesenjangan dengan perusahaan teknologi besar dan perusahaan rintisan yang kini menjadi pesaingnya dalam perlombaan AI.

Sejumlah analis menilai Apple memiliki sumber daya besar untuk mengembangkan AI, yakni data pribadi yang tersimpan di setiap iPhone. Data tersebut berpotensi membuat jawaban Siri lebih relevan dan meningkatkan kemampuan asisten digital tersebut.

Namun, Apple menghadapi tantangan besar karena data tersebut terkunci di dalam sistem operasi dengan alasan perlindungan privasi. Perusahaan harus menemukan cara untuk memanfaatkan nilai data itu tanpa mengorbankan komitmennya terhadap privasi pengguna.

Nvidia sebelumnya menjadi perusahaan pertama di dunia yang menembus kapitalisasi pasar US$5 triliun pada Oktober lalu. Pencapaian itu membawa Nvidia ke level yang sebelumnya sulit dijangkau para pesaingnya.

Meski kini tersalip Apple, perubahan tersebut belum tentu menandakan pergeseran posisi yang permanen. Nvidia masih menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari lonjakan belanja AI.

Chip grafis Nvidia juga menjadi komponen utama yang menopang perkembangan teknologi AI generatif. Karena itu, Nvidia tetap berpeluang kembali merebut posisi teratas jika sentimen investor berubah.

Di sisi lain, Apple juga menghadapi tantangan. Perusahaan menaikkan harga sejumlah produknya untuk mengimbangi kenaikan biaya. Strategi tersebut berpotensi menekan permintaan konsumen.

"Saya tidak melihat adanya perbedaan yang berarti. Nvidia kemungkinan besar akan tetap menjadi pemain penting dalam apa pun yang terjadi ke depan," kata Benjamin Hall, wakil presiden bidang alpha research di Segal Marco Advisors.

Antusiasme terhadap AI juga mulai menyebar ke sektor semikonduktor lainnya. Salah satu penerima manfaat terbesar tahun ini adalah produsen chip memori seperti Micron.

Micron berhasil menembus kapitalisasi pasar US$1 triliun pada Mei setelah investor semakin menyadari pentingnya chip memori dalam infrastruktur AI.

Perusahaan Korea Selatan, SK Hynix, yang juga melantai di Nasdaq pada awal bulan ini, turut menambah jumlah pemain yang bersaing untuk mendapatkan perhatian investor.

"Para pendatang baru di pasar dapat menyebarkan fokus investor dari nama-nama murni Magnificent Seven ke jumlah perusahaan yang lebih luas," ujar Hall.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jurus MI Keruk Cuan Investasi di Era Perang - Gejolak Rupiah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sedang Berlangsung! Link Live Streaming Indonesia Vs Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026, Tayang di TV Mana?
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Tabrakan Truk Beruntun di Tol JORR Diduga Akibat Micro Sleep, Sopir Tewas dan Dua Orang Alami Luka
• 9 menit lalutvonenews.com
thumb
Disertasi Roy Suryo Baru Diupload 13 Juli, Pakar: Sepertinya Oknum UNJ Panik
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Shin Tae-yong Tak Ambisius di Piala Presiden 2026, Persija Pilih Turunkan Skuad Muda Demi Fokus Super League: Bagaimana dengan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya?
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Daftar Lokasi Kantong Parkir Konser Akbar Monas 2026
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.