Rutinitas yang terasa begitu padat sering kali membuat banyak dari kita mendambakan liburan. Namun, belakangan muncul fenomena baru ketika keinginan berlibur bukan lagi lahir dari rasa antusias, melainkan karena emosi yang sedang memuncak. Fenomena ini dikenal sebagai rage booking.
Rage booking tidak bisa dianggap sepele karena sering kali berujung pada penyesalan finansial dan waktu. Sebelum menyesal karena telah memesan tiket perjalanan di tengah emosi yang tidak stabil, yuk, cari tahu dulu apa itu rage booking dan bagaimana cara menghindarinya berikut ini!
Apa Itu Rage Booking?Pengertian rage booking/Foto: Pexels.com/Yan Krukau
Melansir USA Today, istilah rage booking mengacu pada kebiasaan memesan perjalanan secara impulsif karena sedang diliputi emosi negatif. Alih-alih merencanakan liburan dengan matang, kita langsung membeli tiket atau memesan akomodasi sebagai bentuk pelarian dari rasa marah, kecewa, stres, atau kelelahan yang sedang dirasakan.
Fenomena ini semakin banyak ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan tren ini paling banyak ditemukan pada kelompok milenial yang menjadikan liburan sebagai cara tercepat untuk "kabur" dari tekanan hidup.





