VIVA – Cedera Mauro Zijlstra menjadi kabar kurang menggembirakan bagi Timnas Indonesia yang sedang mematangkan persiapan menuju Piala AFF 2026. Penyerang naturalisasi itu dipastikan mengalami masalah pada otot hamstring saat menjalani pemusatan latihan di Bali United Training Center, Gianyar.
Kondisi tersebut membuat peluang Mauro tampil sejak awal turnamen menjadi tanda tanya besar. Padahal, pemain berusia 21 tahun itu digadang-gadang menjadi salah satu opsi penting di lini depan skuad Garuda setelah menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa kesempatan bersama Timnas Indonesia.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengonfirmasi bahwa cedera dialami Mauro ketika mengikuti salah satu sesi latihan. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan cedera tersebut berpotensi membuat sang pemain menepi setidaknya pada sebagian pertandingan di Piala AFF 2026.
"Sangat disayangkan. Dalam salah satu sesi latihan, Mauro merasakan ada masalah pada hamstring-nya," ujar John Herdman di Bali United Training Center, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (18/7/2026).
- Instagram/persija
Menurut Herdman, kondisi tersebut memaksanya mengambil keputusan yang tidak mudah. Demi menjaga keseimbangan tim dan kesiapan menghadapi turnamen, pelatih asal Inggris itu membuka peluang bagi pemain lain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Mauro.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, cedera itu membuatnya kemungkinan harus absen setidaknya di sebagian turnamen," lanjutnya.
Absennya Mauro tentu menjadi kerugian bagi Timnas Indonesia. Sebab, karakter permainan penyerang bertubuh tinggi tersebut dinilai mampu memberikan dimensi berbeda di lini serang, terutama sebagai target man yang kuat dalam duel udara sekaligus memiliki kemampuan membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Di sisi lain, situasi ini juga membuka persaingan baru di sektor penyerang. Sejumlah nama seperti Jens Raven, Mitchell Baker, Hokky Caraka, hingga Eksel Runtukahu berpeluang mendapatkan menit bermain lebih banyak apabila Mauro benar-benar belum pulih saat turnamen dimulai.
- Instagram/persija
Herdman menegaskan keputusan yang diambil bukan semata-mata karena aspek teknis, melainkan demi melindungi kondisi pemain. Ia tidak ingin mengambil risiko memperparah cedera yang bisa berdampak pada karier jangka panjang Mauro.
"Sebagai pelatih, saya harus mengambil keputusan untuk memberikan kesempatan kepada pemain lain," katanya.





