MTI Sorot Penghentian Angkutan Penyeberangan Perintis di NTT, Singgung Pelaksanaan MBG-Kopdes

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Kapal penyeberangan feri milik PT ASDP. (Sumber: ANTARA/HO-ASDP)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyoroti penghentian operasional angkutan penyeberangan perintis di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai Juli 2026.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang mengoperasikan 23 lintasan penyeberangan dengan 9 kapal di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun, karena tidak tersedianya anggaran, operasional angkutan penyeberangan perintis pun dihentikan sementara.

Menurutnya, penghentian tersebut bisa berakibat pada terhambatnya pelaksanaan dua program prioritas, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Keberhasilan program besar seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih sangat bergantung pada ketangguhan rantai pasok hingga ke pulau terluar. Oleh karena itu, membiarkan angkutan perintis berhenti beroperasi sama saja dengan melumpuhkan fondasi dari program strategis itu sendiri," ujarnya dalam keterangan tertulis pada KompasTV, Sabtu (18/7/2026).

Ia menilai, penghentian operasional angkutan penyeberangan perintis akibat kendala anggaran negara memicu dampak beruntun yang signifikan, terutama bagi wilayah kepulauan serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Baca Juga: [FULL] Menko Airlangga Umumkan Stimulus Ekonomi Semester II, Ada Diskon Transportasi-Bantuan Pangan

Mengingat fungsi utamanya adalah membuka konektivitas di jalur-jalur non-komersial, ketiadaan armada ini bisa melumpuhkan sektor-sektor vital. Kondisi itu makin pelik di tengah fokus pemerintah menggenjot program MBG dan Kopdes. 

Djoko menyebut, distribusi pasokan logistik untuk kedua program strategis tersebut dipastikan bakal terhambat serius tanpa dukungan transportasi perintis. Ia pun merinci enam dampak yang bisa ditimbulkan dari adanya penghentian operasional angkutan penyeberangan perintis. 

Dampak pertama yang paling terasa adalah terputusnya konektivitas dan isolasi wilayah. Kedua, tersendatnya pasokan yang memicu inflasi daerah. Kemudian lumpuhnya ekonomi lokal dan anjloknya pendapatan warga. 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • transportasi
  • angkutan penyeberangan perintis
  • ntt
  • mti
  • mbg
  • kopdes
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Wajib B50 Diklaim Hemat Devisa Rp170 Triliun dan Ciptakan 2,1 Juta Lapangan Kerja
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Janner Clay Siahaan Luncurkan Enam Karya Baru Bersama Sixty Nine Music Factory
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 19 Juli 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak Lagi Korea, Kini Shanghai Makin Dilirik untuk Perawatan Estetika
• 7 jam laluherstory.co.id
thumb
Horor Viral X Diangkat ke Layar Lebar, Sihir Tanah Kubur Tayang 23 Juli
• 9 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.