Airlangga Temui Mendag China, Ini yang Dibahas

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis kedua negara di sektor perdagangan, investasi, kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, hingga kerja sama ekonomi regional.

"Indonesia dan RRT memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional," kata Airlangga dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao di Shanghai, RRT, Jumat (17/7/2026).

Airlangga menyampaikanChina masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara mencapai US$154,6 miliar, dengan tren pertumbuhan rata-rata 7,24% selama periode 2021–2025.

Di sisi investasi, China juga menjadi salah satu dari tiga investor asing terbesar di Indonesia. Realisasi investasinya pada 2025 mencapai hampir US$8,1 miliar atau sekitar 13% dari total penanaman modal asing, terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, transportasi, dan pergudangan.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mendorong percepatan implementasi kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP). Hingga kini, Indonesia dan China telah menandatangani 30 nota kesepahaman dalam skema tersebut dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun.

Menurutnya, berbagai kesepakatan tersebut perlu segera diwujudkan menjadi proyek investasi konkret melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture) antara pelaku usaha kedua negara.

"Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret," ujarnya.

Indonesia juga mengusulkan perluasan kawasan yang dapat bergabung dalam skema TCTP untuk membuka lebih banyak peluang investasi dan memperkuat konektivitas kawasan industri.

Selain itu, pemerintah meminta dukungan Kementerian Perdagangan China agar lebih banyak perusahaan asal negara tersebut berinvestasi dan menjadi mitra strategis dalam pengembangan kawasan industri maupun kawasan komersial di Indonesia.

Pada sektor energi, Airlangga mengundang perusahaan-perusahaan China untuk berpartisipasi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang ditargetkan mencapai kapasitas 100 gigawatt.

Pemerintah juga mengapresiasi keterlibatan investor China dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata, yang dinilai menjadi contoh keberhasilan kolaborasi kedua negara dalam mendukung transisi energi.

Menurut Airlangga, industri panel surya di Indonesia masih memiliki ruang besar untuk berkembang melalui penguatan rantai pasok yang lebih terintegrasi di dalam negeri.

Dalam pembahasan kerja sama kawasan, Indonesia turut meminta dukungan China terhadap rencana pembentukan sekretariat permanen Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia.

Baca Juga: Airlangga 'Lobi' Dua Raksasa Teknologi China Perkuat Kerja Sama Ekonomi Digital

Pemerintah menilai keberadaan sekretariat tersebut akan memperkuat implementasi perjanjian perdagangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan fasilitas RCEP oleh dunia usaha di kawasan.

Indonesia juga mengusulkan pengembangan RCEP 3.0 agar kerja sama ekonomi regional semakin relevan dalam menghadapi transformasi digital, perubahan rantai pasok global, dan dinamika perdagangan internasional.

Menjelang penyelenggaraan APEC 2026 di China, Airlangga menyatakan Indonesia mendukung keketuaan Beijing dan berharap kedua negara dapat menyiapkan sejumlah proyek prioritas yang dapat diumumkan pada pertemuan para pemimpin kedua negara.

"Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara," kata Airlangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Festival Rontek Pacitan 2026 Resmi Dibuka dengan Inovasi Panggung Berjalan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
• 45 menit lalurctiplus.com
thumb
Kadar Emas di Kasus Febrie Adriansyah Nyaris Murni
• 14 jam laludetik.com
thumb
Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta melalui Forum CorpU Association Insight
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Jadi Segini
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.