Gorontalo (ANTARA) - Peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi aplikasi Hallo Stroke untuk masyarakat guna memudahkan akses layanan kesehatan di daerah itu.
Peneliti Fakultas Kedokteran UNG Isman Yusuf di Gorontalo, Sabtu, mengatakan penelitian tersebut merupakan komitmen universitas dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
"Kami menciptakan aplikasi kesehatan berbasis digital bernama Hallo Stroke," kata Isman.
Aplikasi ini dihadirkan sebagai media edukasi dan layanan kesehatan untuk membantu masyarakat mengenali gejala stroke serta memperoleh penanganan lebih cepat dan tepat.
Isman mengatakan aplikasi Hallo Stroke dikembangkan sebagai bentuk inovasi digital di bidang kesehatan, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke.
Baca juga: Menkes: Kendalikan tiga faktor cegah stroke dan penyakit jantung
Menurutnya, banyak kasus stroke terlambat ditangani karena masyarakat belum mampu mengenali gejala awal yang muncul.
“Hadirnya aplikasi Hallo Stroke diharapkan membantu masyarakat lebih cepat mengenali tanda-tanda stroke, sehingga penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin,” katanya.
Melalui aplikasi tersebut, lanjutnya, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dan informasi kesehatan terkait stroke, mulai dari konsultasi dokter, edukasi gejala stroke, langkah penanganan awal, sampai informasi pencegahan melalui pola hidup sehat.
Layanan tersebut dapat diakses melalui laman https://hallostroke.org/.
Tidak hanya itu, kata dia, aplikasi Hallo Stroke juga menyediakan layanan konsultasi terkait obat-obatan, fisioterapi, sampai informasi layanan rawat inap di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.
Menariknya, kata dia, Hallo Stroke juga dilengkapi berbagai konten edukatif dalam bentuk artikel dan video yang disusun agar mudah dipahami masyarakat umum.
Baca juga: Riwayat genetik hingga gaya hidup jadi faktor risiko stroke
“Aplikasi berbasis website ini dirancang agar mudah diakses. Pengguna hanya perlu membuka layanan melalui mesin pencarian internet, kemudian dapat langsung menikmati berbagai fitur yang tersedia,” kata Isman Yusuf.
Dalam pengembangannya, aplikasi Hallo Stroke tidak dikerjakan secara sendiri. Penelitian dilakukan selama dua tahun melalui kolaborasi bersama Monash University, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Sam Ratulangi.
Pengembangan aplikasi juga melibatkan komunitas kesehatan dan disabilitas, seperti Yayasan Stroke Indonesia serta Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
Peluncuran aplikasi Hallo Stroke menjadi bukti bahwa inovasi perguruan tinggi dapat menghadirkan solusi nyata bagi persoalan kesehatan masyarakat.
Dengan hadirnya aplikasi ini, pihaknya berharap masyarakat semakin mudah memperoleh informasi kesehatan yang akurat dan meningkatkan kesadaran terhadap bahaya stroke, serta meminimalkan risiko dampak serius akibat keterlambatan penanganan pasien stroke.
Baca juga: Gejala yang mengarah berisiko stroke tanpa disadari
Peneliti Fakultas Kedokteran UNG Isman Yusuf di Gorontalo, Sabtu, mengatakan penelitian tersebut merupakan komitmen universitas dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
"Kami menciptakan aplikasi kesehatan berbasis digital bernama Hallo Stroke," kata Isman.
Aplikasi ini dihadirkan sebagai media edukasi dan layanan kesehatan untuk membantu masyarakat mengenali gejala stroke serta memperoleh penanganan lebih cepat dan tepat.
Isman mengatakan aplikasi Hallo Stroke dikembangkan sebagai bentuk inovasi digital di bidang kesehatan, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke.
Baca juga: Menkes: Kendalikan tiga faktor cegah stroke dan penyakit jantung
Menurutnya, banyak kasus stroke terlambat ditangani karena masyarakat belum mampu mengenali gejala awal yang muncul.
“Hadirnya aplikasi Hallo Stroke diharapkan membantu masyarakat lebih cepat mengenali tanda-tanda stroke, sehingga penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin,” katanya.
Melalui aplikasi tersebut, lanjutnya, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dan informasi kesehatan terkait stroke, mulai dari konsultasi dokter, edukasi gejala stroke, langkah penanganan awal, sampai informasi pencegahan melalui pola hidup sehat.
Layanan tersebut dapat diakses melalui laman https://hallostroke.org/.
Tidak hanya itu, kata dia, aplikasi Hallo Stroke juga menyediakan layanan konsultasi terkait obat-obatan, fisioterapi, sampai informasi layanan rawat inap di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.
Menariknya, kata dia, Hallo Stroke juga dilengkapi berbagai konten edukatif dalam bentuk artikel dan video yang disusun agar mudah dipahami masyarakat umum.
Baca juga: Riwayat genetik hingga gaya hidup jadi faktor risiko stroke
“Aplikasi berbasis website ini dirancang agar mudah diakses. Pengguna hanya perlu membuka layanan melalui mesin pencarian internet, kemudian dapat langsung menikmati berbagai fitur yang tersedia,” kata Isman Yusuf.
Dalam pengembangannya, aplikasi Hallo Stroke tidak dikerjakan secara sendiri. Penelitian dilakukan selama dua tahun melalui kolaborasi bersama Monash University, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Sam Ratulangi.
Pengembangan aplikasi juga melibatkan komunitas kesehatan dan disabilitas, seperti Yayasan Stroke Indonesia serta Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
Peluncuran aplikasi Hallo Stroke menjadi bukti bahwa inovasi perguruan tinggi dapat menghadirkan solusi nyata bagi persoalan kesehatan masyarakat.
Dengan hadirnya aplikasi ini, pihaknya berharap masyarakat semakin mudah memperoleh informasi kesehatan yang akurat dan meningkatkan kesadaran terhadap bahaya stroke, serta meminimalkan risiko dampak serius akibat keterlambatan penanganan pasien stroke.
Baca juga: Gejala yang mengarah berisiko stroke tanpa disadari





