Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 63 tong sampah pilah sebagai lubang biopori jumbo dibagikan Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim) untuk mengolah sampah organik dari rumah tangga.
"Tong sampah ini akan dimanfaatkan sebagai lubang biopori jumbo untuk menampung sampah organik sisa dapur warga. Semoga pengelolaan sampah organik bisa dilakukan langsung dari lingkungan masing-masing," ujar Lurah Susukan Puja Akbar Sahroni, melansir Antara, Sabtu (18/7/2026).
Advertisement
Dia mengatakan, sebanyak 63 tong sampah bantuan dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) 10 perusahaan itu dibagikan ke tujuh RW.
Menurut Akbar, bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni pemilahan sampah dari sumbernya.
"Selain itu, masing-masing RW juga menerima bantuan berupa tiga sak semen untuk mendukung pembuatan lubang biopori jumbo," kata dia.
Akbar menilai, percepatan pembangunan biopori juga menjadi langkah penting mengingat kebijakan pengurangan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang terus diperkuat.
"Waktu semakin mendekat. Mulai Agustus tidak boleh lagi membuang sampah ke TPST Bantar Gebang. Makanya, kita terus galakkan pembuatan lubang biopori," ucap dia.




