DPR: Edukasi pemilih pemula penting untuk demokrasi berkualitas

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Bandarlampung (ANTARA) - Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza menyatakan pendidikan politik bagi pemilih pemula perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia sekaligus melahirkan generasi pemilih yang bertanggung jawab.

"Harapan kita melalui pendidikan berkelanjutan ini, kualitas pemilihan ke depan bisa lebih baik, baik dari sisi masyarakat yang memilih maupun figur yang dipilih," kata Rycko Menoza dikonfirmasi di Bandarlampung, Sabtu.

Menurut dia, sebagai anggota Komisi II DPR RI yang bermitra dengan penyelenggara pemilu, kegiatan sosialisasi di tengah masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi politik, khususnya bagi pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali.

Ia mengatakan edukasi politik harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai arti penting satu suara dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional.

Rycko menjelaskan sistem demokrasi langsung di Indonesia diterapkan sejak 2004, sehingga evaluasi terhadap pelaksanaannya perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pemilu, baik dari sisi kedewasaan masyarakat dalam menggunakan hak pilih maupun integritas pemimpin yang terpilih.

Dia mengajak para pemilih pemula, termasuk Generasi Z, untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, karena setiap suara yang diberikan akan menentukan masa depan pembangunan ekonomi, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat.

“Satu suara yang mereka tentukan akan berpengaruh besar kepada masa depan daerah, masa depan provinsi, maupun masa depan bangsa. Kita tentu tidak ingin pertumbuhan dan pembangunan suatu daerah menjadi lambat hanya karena pemimpinnya mencederai amanah dan tersangkut permasalahan hukum,” ujarnya.

Ia menambahkan berbagai kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, seperti harga bahan bakar minyak, harga kebutuhan pokok, hingga pembangunan infrastruktur, merupakan hasil dari keputusan politik yang ditentukan melalui proses demokrasi.

Menurutnya, meningkatnya kesadaran politik di kalangan pemilih muda menjadi faktor penting dalam memilih pemimpin yang bersih, akuntabel, dan memiliki integritas, sehingga mampu menjaga stabilitas pembangunan daerah maupun nasional.

Pendidikan pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan, kata dia, dapat meminimalisasi berbagai potensi pelanggaran hukum maupun norma kesusilaan dalam penyelenggaraan pemilu, sekaligus memperkuat kualitas partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rano Karno Tegaskan Jakarta Tetap Jadi Ruang Publik Terbuka untuk Dialog Demokratis
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Resmi! I.League Ubah Jadwal Kompetisi 2026/2027, League Cup Hadir dengan Format Baru dan Tanggal Kick Off
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
MUI Jatim Haramkan Penyalahgunaan Vape untuk Narkotika
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pramono Anung Menyiapkan 1.000 Al Quran Khas untuk Menyambut HUT ke-500 Jakarta
• 22 jam lalupantau.com
thumb
BEI: Ada 4 Calon Emiten yang Masuk Antrean IPO
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.