Modus Kurir Ojol Selesaikan Pesanan Tapi Laptop Tak Sampai ke Warga Jakpus

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Seorang pemilik UMKM di Jakarta Pusat, Sri Mulyatin (31) diduga menjadi korban penggelapan oleh oknum kurir ojek online (ojol). Laptop yang dibelinya melalui marketplace tak kunjung sampai, meski status pengiriman sudah dinyatakan 'selesai'.

Peristiwa itu bermula saat Sri membeli satu unit laptop dari sebuah toko di kawasan Mangga Dua pada Selasa (14/7) lalu. Dia memilih layanan instant agar barang cepat sampai ke rumahnya di daerah Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.

"Sebenarnya kita bukan pertama kali beli online, sudah sering bahkan nominal yang lebih besar dari ini juga amanah. Makanya kita nggak mikir-mikir lagi, pesen lah tuh," kata Sri kepada detikcom Sabtu (18/7/2026).

Baca juga: Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur Pesanan Laptop Warga Jakpus, Polisi Selidiki

Kecurigaan muncul saat suami Sri pulang kerja dan menanyakan keberadaan paket tersebut. Setelah dicek di aplikasi, mereka mendapati status pengiriman sudah diselesaikan oleh kurir pada pukul 12.17 WIB.

"Kebetulan yang pesen itu suami saya. Nah, berhubung suami saya di kantor lagi kerja, nah pas kita tahunya itu pas pulang suami saya gitu. Katanya, 'Paketnya udah ada belum?' gitu. 'Belum'," cerita Sri.

"Pas dia lihat status pengirimannya, 'Lah, ini udah selesai jam 12.17'," lanjutnya.

Berdasarkan data dari pihak toko di Mangga Dua, kurir yang mengambil paket Sri diketahui bernama Sarwani. Pihak toko sempat mendokumentasikan foto kurir beserta SIM-nya saat proses penjemputan barang.

"Kita ada foto kurir sama SIM-nya, dapat dari toko. Karena kan kalau mau ambil paket mungkin foto dulu ya, jadi datanya ada," jelasnya

Sri kemudian mencoba menghubungi nomor driver tersebut. Namun tidak ada balasan yang diterima Sri.

"Kita hubungi nomor driver-nya, awalnya masih aktif. Pas kita chat, terus kita telepon, enggak diangkat. Enggak lama kemudian kita diblokir," ungkapnya.

Padahal, lanjut Sri, dirinya sudah beberapa kali memesan barang elektronik melalui marketplace. Seluruh pesanannya sebelumnya sampai dengan aman.

"Handphone pernah, TV, terus kulkas juga kan kayak barang elektronik kayak gitu. Laptop pun malah pernah juga saya beli laptop online gitu, emang percaya sih tadinya. Baru kali ini sih (ga sampai barangnya) makanya," cerita Sri.

"Alhamdulillah enggak pernah (kejadian seperti ini), paket nominal besar ataupun kecil enggak pernah kejadian hilang gitu," sambungnya.

Baca juga: Istri Kenang Momen Suapan Terakhir Ojol Sebelum Dibunuh di Tangerang

Sri mengaku mengalami kerugian materiil sebesar Rp 8,5 juta. "Kalau yang di video aku kan Rp 15 juta itu ya, yang segitu harga normalnya itu mah segitu katanya. Cuma kita dapat diskon, jadi kerugiannya itu Rp 8,5 jutaan," imbuh Sri.

Sri kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Jakarta Pusat. Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya laporan tersebut.

"Monitor. Sudah laporan dan dalam penyelidikan anggota kami," ujar Roby saat dihubungi.

Roby juga menegaskan bahwa tim penyidik telah berhasil mengantongi identitas kurir ojol yang membawa kabur laptop milik korban. Saat ini, polisi tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

"(Identitas pelaku) sudah ada. Sedang dalam pengejaran," pungkas Roby.




(ond/dek)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Berburu Kiper Ketiga untuk Skuad Garuda di Piala AFF 2026
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Dapat Lawan Sepadan, Ketum Gibranisti Siap Jor-joran Selidiki Ijazah S3 Roy Suryo
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Denis Kolinger Terpukau Dilatih Shin Tae-yong, Adaptasi Bersama Persija Berjalan Mulus
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
MUI Jatim Haramkan Penyalahgunaan Vape untuk Narkotika
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.