Nvidia sempat kehilangan status sebagai perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia pada perdagangan Jumat (17/7/2026).
IDXChannel – Nvidia sempat kehilangan status sebagai perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Posisi tersebut untuk sementara diambil alih oleh Apple di tengah aksi jual saham sektor semikonduktor dan meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek bisnis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Saham Nvidia sempat merosot hingga 4 persen , sehingga kapitalisasi pasarnya turun menjadi sekitar USD4,8 triliun, sedikit di bawah valuasi Apple yang mencapai USD4,9 triliun.
Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Saham Nvidia kembali memangkas pelemahan sehingga kapitalisasi pasar kedua perusahaan kembali bersaing ketat untuk memperebutkan posisi teratas.
Nvidia menjadi emiten yang paling diuntungkan sejak ledakan teknologi AI yang dipicu peluncuran ChatGPT pada November 2022. Perusahaan yang dipimpin Jensen Huang itu memasok graphics processing unit (GPU) yang menjadi komponen utama untuk melatih large language model (LLM) milik OpenAI, Anthropic, Google, dan berbagai pengembang AI lainnya.
Performa saham Nvidia pun melesat dalam beberapa tahun terakhir. Setelah melakukan stock split 10 banding 1 pada Juni 2024, harga saham perusahaan naik dari sekitar USD14,86 (disesuaikan dengan stock split) pada Januari 2023 menjadi sekitar USD205 pada pertengahan Juli 2026. Kenaikan tersebut setara lebih dari 1.200 persen .
Lonjakan itu mengantarkan Nvidia menjadi perusahaan publik paling bernilai di dunia pada 2025. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, optimisme terhadap industri AI mulai mendapat tantangan.
Pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah investasi besar-besaran perusahaan teknologi untuk membeli chip AI dan membangun pusat data dapat menghasilkan pengembalian yang sepadan melalui komersialisasi berbagai produk AI yang kini mulai dipasarkan.
Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah OpenAI dan Anthropic, dua perusahaan AI swasta dengan valuasi tertinggi, mengajukan rencana penawaran umum perdana saham (IPO).
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pergerakan saham SpaceX milik Elon Musk yang mencakup unit AI xAI. Setelah menetapkan harga IPO di USD135 pada Juni lalu dan sempat melonjak di atas USD220, saham perusahaan kini telah memangkas hampir seluruh kenaikan tersebut dan diperdagangkan mendekati harga penawaran awal.
Pergerakan tersebut memicu kembali spekulasi mengenai potensi bubble AI di Wall Street. Sejumlah perusahaan teknologi raksasa yang menggelontorkan puluhan miliar dolar untuk investasi pusat data dan produk Nvidia juga mengalami tekanan pada harga saham dalam beberapa bulan terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, Apple justru menjadi pengecualian. Berbeda dengan para pesaingnya, Apple tidak mengembangkan model bahasa besar (LLM) sendiri. Sikap yang lebih konservatif terhadap pengembangan AI, ditambah penjualan iPhone yang tetap solid, dinilai investor menjadi faktor yang menopang kinerja saham perusahaan tersebut.
(Shifa Nurhaliza Putri)





