Populer: Harga Minyak RI Turun; Dana Pensiun PNS Malaysia Raib Imbas eFishery

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Turunnya harga minyak RI menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (18/7). Berita yang paling banyak dibaca lainnya adalah lenyapnya dana pensiun PNS Malaysia imbas penipuan oleh startup asal Indonesia, eFishery. Lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Ketegangan di Timur Tengah Mereda, Harga Minyak RI Turun ke USD 83,45 per Barel

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Juni 2026 ditetapkan sebesar USD 83,45 per barel, menunjukkan penurunan signifikan sebesar 21,69% dibandingkan Mei 2026 yang mencapai USD 106,56 per barel.

Penurunan ini didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya penurunan tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sepanjang Juni.

Kondisi keamanan yang membaik, termasuk gencatan senjata dan dibukanya kembali Selat Hormuz secara bertahap, telah melancarkan distribusi minyak global dan mengurangi tekanan harga.

Selain faktor geopolitik, fundamental pasar turut mempengaruhi penurunan harga minyak. International Energy Agency (IEA) memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak dunia hanya sekitar 1,1 juta barel per hari (bph), sementara kelompok produsen OPEC+ dan Rusia berencana meningkatkan pasokan.

Kombinasi peningkatan produksi dan perlambatan pertumbuhan permintaan ini secara kolektif menekan harga minyak global, menciptakan surplus pasokan di pasar.

Rata-rata harga berbagai minyak acuan internasional juga mengalami koreksi pada Juni 2026. Brent ICE turun dari USD 103,71 menjadi USD 84,98 per barel, sementara WTI Nymex melemah dari USD 98,51 menjadi USD 82,41 per barel.

Dated Brent juga terkoreksi ke USD 86,13 per barel, dan Basket OPEC turun menjadi USD 91,03 per barel, mengindikasikan tren penurunan harga yang seragam di seluruh pasar komoditas minyak.

PM Anwar Singgung Penipuan eFishery, Dana Pensiun PNS Malaysia Rp 700 M Raib

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyoroti skandal penipuan yang melibatkan startup akuakultur Indonesia, eFishery.

Penipuan itu mengakibatkan kerugian sebesar RM 200 juta atau sekitar Rp 717,4 miliar bagi Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), lembaga dana pensiun PNS Malaysia.

Anwar menyatakan, manajemen eFishery memanipulasi laporan keuangan untuk mengelabui investor, termasuk KWAP, dalam proses investasi.

Meskipun investasi KWAP telah melalui uji tuntas (due diligence) yang ketat dan melibatkan audit oleh auditor berakreditasi internasional, serta uji tuntas independen oleh konsorsium investor lain seperti Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar, penipuan tersebut tetap berhasil dilakukan.

Setelah dugaan penipuan terungkap, konsorsium investor, termasuk KWAP, segera mengambil langkah hukum, berupaya memulihkan dana, serta meninjau tata kelola internal dan memperkuat sistem pengendalian investasi.

Kasus ini mencapai puncaknya pada April 2026, ketika Pengadilan Negeri Bandung memvonis pendiri sekaligus mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah, dengan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Vonis ini terkait dugaan penggelapan dalam jabatan dan pencucian uang perusahaan yang berlangsung antara tahun 2020 hingga 2024.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inggris unggul telak 4-0 atas Prancis pada babak pertama
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Bocah Jadi Raja Umur 9 Tahun, Punya 10 Istri dan 350 Gundik
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dominasi Babak Final, SMAN 3 Kota Sorong Raih Juara 1 LCC 4 Pilar MPR
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Pidato Trump Picu Perhatian, Ungkap Dugaan Campur Tangan PKT dalam Pemilu AS
• 3 menit laluerabaru.net
thumb
Afgan Tutup Konser "Retrospektif" dengan "Jodoh Pasti Bertemu"
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.