Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina di New Jersey pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Kedua negara melangkah ke partai puncak dengan membawa sederet rekor impresif yang menempatkan duel ini sebagai salah satu final paling dinantikan dalam sejarah Piala Dunia.
Berdasarkan data resmi FIFA, Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola dan pertahanan, sedangkan Argentina menunjukkan efektivitas luar biasa di lini depan dengan produktivitas gol tertinggi sepanjang turnamen.
Rodri menjadi motor permainan Spanyol. Gelandang berusia 30 tahun itu telah mencatatkan 648 umpan sukses sepanjang Piala Dunia 2026, menjadi jumlah terbanyak yang pernah dibukukan seorang pemain dalam satu edisi turnamen.
Catatan tersebut bahkan melampaui rekor miliknya sendiri, yakni 638 operan sukses saat Piala Dunia Qatar 2022. Sebelumnya, rekor Spanyol dipegang Xavi Hernandez dengan 599 umpan pada Piala Dunia 2010.
Dominasi Spanyol dalam distribusi bola juga terlihat dari daftar pemain dengan operan terbanyak. Pau Cubarsi menempati posisi kedua dengan 547 umpan, disusul Aymeric Laporte di urutan ketiga dengan 533 operan.
Selain menguasai permainan, La Roja juga mencatat rekor tak terkalahkan dalam 37 pertandingan internasional secara beruntun. Sejak kalah 0-1 dari Kolombia pada Maret 2024, Spanyol membukukan 27 kemenangan dan 10 hasil imbang, menyamai rekor yang sebelumnya dicapai Italia dan Argentina.
Di sektor individu, Lamine Yamal menjadi pemain dengan dribel sukses terbanyak di Piala Dunia 2026. Pemain muda Spanyol itu sukses melewati lawan sebanyak 30 kali, mengungguli Kylian Mbappe (24), Vinicius Junior (23), Lionel Messi (22), dan Jeremy Doku (21).
Meski demikian, rekor dribel terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia masih menjadi milik Diego Maradona dengan 53 dribel sukses pada Meksiko 1986.
Sementara itu, Lionel Messi masih memegang rekor abad ke-21 dengan 46 dribel pada Piala Dunia Brasil 2014.
Ketangguhan Spanyol juga terlihat di bawah mistar gawang. Unai Simon mencatat enam clean sheet dalam tujuh pertandingan, terbanyak sepanjang sejarah satu edisi Piala Dunia.
Penjaga gawang tersebut juga sempat membukukan rekor tidak kebobolan selama 650 menit di ajang Piala Dunia sebelum akhirnya ditembus Charles De Ketelaere pada babak perempat final. Persentase penyelamatannya mencapai 93 persen, tertinggi di turnamen ini.
Hingga menjelang final, Spanyol baru kebobolan satu gol. Jika mampu menjadi juara, mereka akan memecahkan rekor sebagai tim juara Piala Dunia dengan jumlah kebobolan paling sedikit sepanjang sejarah.
Sementara itu, Argentina datang ke final dengan performa ofensif yang sangat mengesankan.
Tim asuhan Lionel Scaloni telah mencetak 19 gol atau rata-rata 2,71 gol per pertandingan. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sejak Brasil juga mengoleksi 19 gol pada 1970.
Tak hanya produktif, Argentina juga selalu mencetak minimal dua gol dalam 13 pertandingan Piala Dunia secara beruntun, sebuah rekor baru dalam sejarah kompetisi tersebut.
La Albiceleste juga selalu mencetak gol dalam 16 laga Piala Dunia berturut-turut. Hanya Hungaria, Jerman, dan Brasil yang pernah memiliki rentetan lebih panjang.
Lionel Messi kembali menjadi sosok sentral dalam perjalanan Argentina menuju final. Kapten tim berjuluk La Albiceleste itu telah mengoleksi delapan gol.
Messi juga membukukan empat assist sehingga total keterlibatannya dalam gol mencapai 12. Angka tersebut menjadi kontribusi gol terbanyak seorang pemain dalam Piala Dunia sejak Gerd Muller mencatatkan 13 kontribusi gol pada edisi 1970.
Selain itu, Messi mencetak dua dari lima gol Argentina dari luar kotak penalti. Torehan tersebut membuatnya menjadi pemain dengan gol terbanyak dari luar kotak penalti dalam sejarah Piala Dunia, melewati legenda Brasil, Rivellino.
Argentina juga menjadi tim pertama sejak Brasil pada 2002 yang mampu memenangi tujuh pertandingan pertama di satu edisi Piala Dunia.
Jika berhasil mengalahkan Spanyol di final, tim besutan Lionel Scaloni akan menjadi tim kelima yang menjuarai Piala Dunia dengan rekor kemenangan 100 persen.
Di kubu Spanyol, Mikel Oyarzabal turut mencuri perhatian lewat koleksi lima gol sepanjang turnamen. Jumlah tersebut menyamai rekor pencetak gol terbanyak Spanyol dalam satu edisi Piala Dunia yang sebelumnya dipegang Emilio Butragueno pada 1986 dan David Villa pada 2010.
FIFA menilai perjalanan kedua tim menuju final memperlihatkan karakter yang berbeda. Spanyol tampil dominan melalui penguasaan bola, organisasi pertahanan, dan efektivitas lini belakang. Sebaliknya,
Argentina mengandalkan ketajaman serangan serta peran besar Lionel Messi yang kembali menunjukkan kualitasnya di panggung dunia.
Dengan sederet rekor yang telah tercipta sepanjang turnamen, partai final Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi panggung pembuktian bagi dua kekuatan terbaik dunia sekaligus berpotensi melahirkan sejarah baru dalam sepak bola internasional. (saf/faz)




