Pemasangan gelagar rel layang lintas rel terpadu (LRT) Jakarta Fase 1B di atas jalur dwiganda Manggarai pada 8 Juli 2026 menandai terhubungnya lintasan LRT Jakarta dari kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, sampai kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Ruas Fase 1B melintang sepanjang 6,4 km dengan lima stasiun pemberhentian yang ditargetkan beroperasi pada Agustus 2026. Keistimewaan jalur LRT ini, antara lain, jembatan lengkung di dekat Stasiun Velodrome, jembatan layang bentang lebar 120 meter Pemuda-Pramuka, dan jembatan bentang lebar setinggi 28 meter di dekat Stasiun Manggarai.
Jembatan LRT Jakarta bentang lebar di atas Jalan Layang Tol Ir. Wiyoto Wiyono. Konstruksi beton metode balanced cantilever. Bentang jembatan 120 meter. Tinggi pada segmen ini ±22 meter. Pier (Kolom) tinggi bervariasi antara 7,93m-24,83m
Lebar sepur (rail gauge): 1.435 mm.
Daya traksi dari aliran listrik pada rel ketiga.
LRT Jakarta menggunakan rangkaian kereta Seri 1100 buatan Hyundai Rotem Company asal Korea Selatan.
Ukuran rangkaian kereta
Panjang: 28 meter
Lebar: 2,65 meter
Tinggi: 3,68 meter
Kapasitas:
270 penumpang per rangkaian kereta
Kecepatan rata-rata:
50 km per jam
Kecepatan maksimal:
90 km per jam
Terdapat 3 bogi artikulasi
di setiap rangkaian
Integrasi layanan
LRT Jakarta dan
Bus Transjakarta
Rute LRT Jakarta Fase 1B melengkapi Fase 1A yang memiliki lintasan rel sepanjang 5,8 km dengan enam stasiun yang membentang dari Stasiun Pegangsaan Dua di Kelapa Gading sampai Stasiun Velodrome di Rawamangun. Dengan terhubungnya layanan LRT Jakarta dari kawasan Kelapa Gading di Jakarta Utara, Velodrome di Jakarta Timur, sampai Stasiun Manggarai di Jakarta Selatan, konektivitas transportasi publik berbasis rel di Jakarta akan semakin baik dan unggul.
LRT Jakarta menggunakan rangkaian kereta Seri 1100 buatan Hyundai Rotem Company asal Korea Selatan. Satu rangkaian LRT Jakarta terdiri dari dua kereta yang dihubungkan sambungan yang dibawahnya terdapat bogie (bogi) berartikulasi. Daya traksi untuk rangkaian LRT didapatkan dari aliran listrik pada rel ketiga yang memanjang di sepanjang sisi tengah lintasan di antara dua lajur rel dan terhubung melalui sepatu kontak pada kereta.
Geser untuk melihat interior rangkaian kereta LRT Jakarta
LRT Jakarta menjadi transportasi publik pertama di Indonesia yang menggunakan sistem articulated bogie, memungkinkan kereta melaju dengan aman di kontur trek yang ekstrem sekalipun. LRT Jakarta melaju sangat nyaman dengan kecepatan rata-rata 50 km per jam dan kecepatan maksimal mencapai 90 km per jam. Ruangan kabin kereta berpendingin udara dilengkapi pengumuman audio, panel layar, dan dijaga petugas yang dengan ramah menyapa penumpang. Untuk keamanan, setiap rangkaian kereta dilengkapi kamera CCTV dan alat pemadam api ringan, terdapat ruang untuk tempat penumpang difabel berkursi roda.
Disebut sebagai Light Rail Transit (LRT) atau Lintas Rel Terpadu, LRT Jakarta diharapkan menjadi jawaban kebutuhan transportasi publik terpadu berbasis rel di Jakarta. Layanan transportasi publik ini dioperasikan oleh PT LRT Jakarta yang merupakan anak usaha dari PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, sebuah badan usaha milik daerah milik Jakarta. Total layanan LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Manggarai mencapai 12,2 kilometer dan terdapat 11 stasiun.
Area Kelapa Gading yang terkenal dengan potensi kuliner, dengan keragaman gerai makanan, restoran, serta pusat perbelanjaan, akan kian terkoneksi secara mudah dan nyaman dengan sentra transportasi Stasiun Sentral di Manggarai. LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Pada 21 Mei 2026, Pemerintah Provinsi Jakarta memutuskan ruas LRT Jakarta Fase 1B akan dilanjutkan ke Fase 1C hingga Dukuh Atas. Proyek ini akan dimulai pada awal 2027 dan akan terhubung ke jembatan ”donat” pedestrian deck ikonik yang akan dibangun di kawasan Dukuh Atas. Proyek perpanjangan LRT dari Manggarai ke Dukuh Atas ditargetkan rampung pada 2028.
Pembayaran tiket LRT Jakarta dapat dilakukan dengan cara tap pada gerbang gantri menggunakan kartu uang elektronik. Tarif LRT Jakarta ruas antara Pegangsaan Dua dan Velodrome pada bulan Juli 2026 sebesar Rp 5.000. Setelah jalur diperpanjang dari Velodrome ke Manggarai, tarif LRT Jakarta akan berubah dan disesuaikan.
Jejaring LRT Jakarta akan terus bertumbuh dengan mengembangkan dua rute baru. Dua rute yang masuk dalam rencana tersebut adalah ke utara menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan ke selatan menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 14 Juli 2026 mengatakan kedua jalur itu akan menjadi tahap lanjutan pengembangan LRT Jakarta guna memperkuat konektivitas transportasi di ibu kota.
Menurut rencana, dari Stasiun dan Depo LRT Jakarta di Pegangsaan Dua, jalur akan diperpanjang ke arah Barat Laut ke Kelapa Nias, Mal Artha Gading, lalu menyeberangi Jalan Layang Tol Ir. Wiyoto Wiyono menuju kawasan Sunter, lalu berbelok ke utara menuju JIS. Sementara dari Stasiun Rawamangun, jalur akan diteruskan ke timur menuju Kawasan Industri Pulogadung, berbelok ke selatan menuju Klender dan terkoneksi dengan KAI Commuter di Stasiun Klender, terus ke selatan menuju Halim dan terkoneksi dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh. Terdapat rencana jangka panjang untuk membangun jalur lingkar loop (lingkar) LRT Jakarta, di mana jalur yang ada kini antara Kelapa Gading dan Manggarai menjadi bagiannya.





