Grid.ID - Nama kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio baru-baru ini ramai menjadi perbincangan publik. Bukan tanpa sebab, hal itu karena Giorgio mendadak klarifikasi terkait hubungannya dengan Sarwendah menggunakan bahasa Inggris.
Hal itu diketahui dari unggahan di akun Instagram @giorgioantonioc dilansir pada (19/07/2026). Di unggahan itu, Giorgio tampak mengucapkan terima kasih atas perhatian publik pada dirinya dan Sarwendah.
"Sudah cukup lama setelah unggahan terakhir saya. Jadi saya memanfaatkan kesempatan ini untuk berbicara kepada kalian," kata Giorgio Antonio.
"Pertama-tama saya mau bilang kalua saya dan Sarwendah dalam keadaan sehat, dan kita juga mengambil waktu rehat dari media sosial agar kami bisa lebih banyak menghabiskan waktu yang berkualitas Bersama," kata dia dalam bahasa Inggris.
Pria yang akrab disapa Gio itu juga mengungkap alasannya memilih diam di tengah rumor miring yang beredar. Ia menyadari banyak orang yang tidak mengenalnya sehingga mereka tidak tahu apa yang terjadi.
"Seperti yang kalian tahu, ada banyak sekali rumor, tuduhan palsu, dan cerita negatif yang bergulir tentang saya dan Sarwendah. Kami memutuskan untuk tidak merespons dengan kemarahan atau kebencian, karena kami paham bahwa banyak orang tidak tahu kami secara personal atau kebenaran apa saja yang sudah kami lalui bersama," pungkasnya.
Alih-alih mendapat dukungan, klarifikasi Giorgio Antonio itu justru panen hujatan. Bahkan, Giorgio Antonio kena sentil mantan manajer Ruben Onsu, Nanda Persada terkait klarifikasi tersebut.
Hal itu diketahui dari unggahan di akun Instagram @nandapersada baru-baru ini. Di unggahan itu, Nanda menyinggung soal klarifikasi bahasa Inggris yang disampaikan oleh Giorgio.
Menurutnya, klarifikasi itu kurang efektif karena menggunakan bahasa yang berbeda dengan bahasa yang digunakan mayoritas warga Indonesia. Selain itu, penggunaan bahasa Inggris itu juga bisa menimbulkan persepsi yang berbeda.
"Apakah efektif klarifkasi kasus di Indonesia dengan menggunakan bahasa inggris?, ini kata chat gpt," kata Nanda.
"Jika kasusnya viral di Indonesia, strategi yang umumnya lebih efektif adalah:
1. Sampaikan pernyataan utama dalam bahasa Indonesia yang jelas, singkat, dan mudah dipahami.
2. Jika diperlukan, sediakan versi bahasa Inggris sebagai terjemahan resmi untuk audiens internasional.
3. Fokus pada fakta yang dapat dibuktikan, bukan pada emosi atau menyerang pihak lain.
"Jadi, bila tujuan utamanya memulihkan reputasi di mata publik Indonesia, bahasa Indonesia biasanya merupakan pilihan yang lebih efektif, sementara bahasa Inggris dapat menjadi pelengkap, bukan pengganti," tulis Nanda Persada.
Sebelumnya, Nanda juga menyentil klarifikasi Giorgio yang dinilainya tidak ada poin permintaan maaf pada Ruben Onsu. Padahal, Ruben sempat menegur Giorgio terkait tindakannya yang dinilai ikut campur dalam pengasuhan anak.
"Dan aku lihat di situ belum ada ucapan permintaan maaf gitu kan," kata Nanda kepada awak media, Kamis (16/7/2026) dilansir TribunStyle.com.
"Ruben sudah bilang soal peranan orang tua, peran orang tua terhadap anak. Kan ada satu video tayangan yang Ruben mengimbau untuk yang bersangkutan mengambil peran sesuai dengan porsinya gitu ya," paparnya.
Giorgio Antonio kena sentil mantan manajer Ruben Onsu, netizen langsung ramai ikut berkomentar. Banyak yang pro dan kontra dengab pendapat Nanda Persada tersebut.
"Ya ampun itu aja kau permasalahkan,, heran dengan mntan maneger ini cari popularitas bngt sih nyindir terus biar naik, nebeng bngt," tulis akun @al***.
"Kan biar di bilang wow.. genius," tambah akun @ang***.
"Kawal terus bang nanada," tambah akun @ce***. (*)
Artikel Asli




