FLORES TIMUR, KOMPAS.TV – Bentrokan antarwarga di Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengakibatkan tiga orang tewas dan lima lainnya terluka, serta 20 rumah terbakar.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasie Humas) Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur, AKP Eliezer Kalelado, menyebut, pihaknya masih mendalami kronologis peristiwa tersebut.
“Berdasarkan data sementara, peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan lima orang mengalami luka ringan serta adanya 20 unit rumah yang terbakar,” kata dia, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Tiga Tewas dan 20 Bangunan Terbakar, Bentrokan Warga Flores Timur Diselidiki | KOMPAS PETANG
“Saat ini kronologi maupun penyebab terjadinya perselisihan masih dalam proses pendalaman oleh penyidik Polres Flores Timur,” ucapnya.
Mengutip pemberitaan Kompas TV, sejumlah warga mengaku mendengar beberapa ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan.
Baca Juga: MTI Sorot Penghentian Angkutan Penyeberangan Perintis di NTT, Singgung Pelaksanaan MBG-Kopdes
Pemicu konflik tersebut diduga adalah sengketa lahan ulayat. Sejumlah bangunan yang terbakar termasuk rumah, kios, dan juga apotek.
Hingga kini aparat gabungan masih berjaga dan menyelidiki penyebab pasti bentrokan. Polisi juga mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bentrok warga
- bentrk antarwarga
- flores timur
- nusa tenggara timur
- polres flores timur





