Jakarta: Upaya membangun negara yang bebas dari korupsi, manipulasi, dan suap tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Pendidikan etika sejak usia dini dinilai kunci membangun generasi berintegritas dan memberantas korupsi di masa depan.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan diperlukan penanaman nilai-nilai moral dan etika secara berkelanjutan melalui pendidikan.
"Saya mengatakan mungkin perlu satu dua generasi untuk menanamkan persoalan ini," kata Yusril saat meresmikan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, dilansir dari Antara, Minggu, 19 Juli 2026.
Dia mengatakan pembangunan karakter harus dimulai sejak anak-anak melalui pendidikan yang menanamkan etika sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang memiliki integritas.
"Kita harus mulai dari pendidikan dari kecil, dari sekolah-sekolah kita berikan satu pengajaran etik yang kokoh untuk kita melahirkan generasi masa depan yang patuh kepada etik, patuh pada hukum bukan karena takut sama polisi, sama jaksa, sama KPK, tapi dia takut pada hati nuraninya sendiri," ujar Yusril.
Ilustrasi. Dok. Medcom
Baca Juga :
Yusril: Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Hanya Mengandalkan HukumDia menambahkan nilai-nilai moral yang diajarkan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter individu, sehingga mampu menjadi benteng terhadap perilaku koruptif.




