Menteri Pigai Kerahkan Anak Buah Tangani Bentrok Antardesa di Flores Timur yang Tewaskan 3 Orang

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengerahkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM Nusa Tenggara Timur untuk memantau bentrokan antarwarga yang terjadi di Adonara, Flores Timur.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Pigai mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap penanganan konflik yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.

Baca Juga :
Fakta-fakta Bentrok Dua Desa di Flores Timur, Satu Warga Tewas dan Tiga Orang Terluka
Pigai Usul Sertifikasi HAM Jadi Syarat Kenaikan Pangkat Polisi, Begini Respons Mabes Polri

Pemantauan di lapangan bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat pascakonflik sekaligus mengidentifikasi langkah yang diperlukan dalam mendukung penyelesaian secara damai.

Hasil pemantauan, jelas Pigai, akan menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat dan agama, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian,” ujarnya.

Menurut Pigai, pendekatan berbasis budaya lebih efektif dibandingkan pendekatan yang hanya mengedepankan aspek penegakan hukum.

Ia menyebut pelibatan tokoh adat dan mekanisme penyelesaian yang hidup di tengah masyarakat mampu membangun kembali kepercayaan serta mencegah terjadinya konflik serupa di masa mendatang.

Kementerian HAM menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat untuk memastikan penyelesaian insiden bentrokan berlangsung secara damai, menghormati HAM, serta memberikan rasa aman bagi warga terdampak.

“Kementerian HAM berharap situasi di Adonara segera kondusif sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal,” ucap Pigai.

Berdasarkan data sementara Kementerian HAM, bentrokan yang terjadi pada Sabtu 18 Juli tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia serta puluhan rumah terbakar. (Ant)

Baca Juga :
PTUN Kabulkan Gugatan Pegawai Kementerian HAM, Putusan Mutasi oleh Menteri HAM Dinyatakan Batal
Menteri Pigai: Taufik Hidayat Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Ada Restorative Justice
Otto Hasibuan Minta Aparat Tegakkan Hukum Sesuai Prosedur dan Hormati HAM

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan Triliun Lenyap setiap Tahun, Prabowo Miris Lihat Minyak Goreng Langka di Negara Penghasil Sawit Terbesar
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Profil Ferran Tores, Bintang Spanyol yang Taklukan Argentina di Final Piala Dunia 2026 Lewat Gol Emas, Begini Jejak Kariernya
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Kepergok Curi Besi di Kawasan Industri Gresik, Pria Jember Dibekuk Saat Naik Mobil Ojol
• 3 jam laluberitajatim.com
thumb
Trump Ungkap Dugaan Campur Tangan Partai Komunis Tiongkok dalam Pemilu AS, Analis: Manuver Xi Mengalami Kemunduran Besar 
• 15 jam laluerabaru.net
thumb
Presiden Prabowo Bocorkan Modus Curang Ekspor Sawit, Harga Resmi dan Harga Pasar Internasional Beda Jauh
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.