Dari Radio Tjawang ke Holding Multisektor, Jejak 70 Tahun Gobel Group

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Tidak banyak perusahaan di Indonesia yang mampu bertahan hingga tujuh dekade. Lebih sedikit lagi yang tetap relevan ketika teknologi berubah, pasar bergeser, dan estafet kepemimpinan berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Gobel Group menjadi salah satunya. Berawal dari sebuah perusahaan perakitan radio transistor bermerek Tjawang pada pertengahan 1950-an, Gobel kini menjelma menjadi kelompok usaha nasional dengan sekitar 18.000 karyawan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari elektronik, manufaktur, logistik, makanan dan hospitality, hingga properti serta infrastruktur.

Perjalanan itu tentu tidak dibangun dalam waktu singkat. Ada fase ketika Gobel menjadi pelopor radio transistor di Indonesia, menjalin kemitraan dengan perusahaan asal Jepang, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd., kini Panasonic Corporation, pada 1960, hingga dipercaya memproduksi sekitar 10.000 unit televisi untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games IV Jakarta pada 1962 agar masyarakat Indonesia dapat menyaksikan pesta olahraga tersebut dari rumah.

Di tengah berbagai transformasi itu, Gobel meyakini ada satu hal yang tidak boleh berubah, yakni nilai yang diwariskan pendirinya, almarhum Thayeb Mohammad Gobel.

Nilai tersebut kemudian dikenal sebagai Filosofi Pohon Pisang, yang menjadi pedoman Gobel Group dalam menjalankan bisnis. Filosofi itu menggambarkan pentingnya memberi manfaat, mempersiapkan regenerasi, dan memastikan setiap generasi mampu melahirkan tunas baru yang akan melanjutkan perjalanan perusahaan.

Selama 70 tahun, filosofi itu pula yang menjadi benang merah perjalanan Gobel di tengah perubahan industri yang terus berlangsung.

Berubah Mengikuti Zaman, Bertahan karena Nilai

Perjalanan Gobel bermula pada 1954 ketika Thayeb Mohammad Gobel mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing. Saat industri elektronika nasional masih berada pada tahap awal, Gobel memilih membangun kemampuan manufaktur di dalam negeri melalui produksi radio transistor.

Enam tahun kemudian, perusahaan membuka babak baru dengan menjalin kerja sama teknis bersama Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. Kemitraan tersebut berkembang menjadi salah satu hubungan bisnis Indonesia-Jepang yang bertahan paling lama dan menjadi fondasi perkembangan Gobel hingga sekarang.

Momentum berikutnya datang pada 1962 ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV. Saat itu, Gobel menerima pesanan memproduksi sekitar 10.000 unit televisi. Kehadiran televisi tersebut tidak hanya mendukung penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia, tetapi juga memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap teknologi yang pada masa itu masih tergolong baru.

Seiring waktu, Gobel tidak lagi hanya dikenal sebagai perusahaan elektronik. Pada 1994, perusahaan mendirikan PT Gobel International sebagai perusahaan induk yang mengonsolidasikan berbagai lini bisnis. Langkah tersebut menjadi awal transformasi Gobel menjadi kelompok usaha multisektor.

Kini portofolio Gobel mencakup manufaktur elektronik, baterai dan solusi energi, logistik, makanan dan hospitality, properti, hingga berbagai proyek infrastruktur strategis.

Skala bisnisnya pun terus berkembang. Gobel Group memiliki kawasan industri di Cibitung, Bogor, dan Pasuruan yang melayani pasar domestik maupun ekspor. Jaringan layanan purnajual perusahaan mencapai 312 titik yang tersebar di lebih dari 40 kota di Indonesia. Pada 2019, total penjualan bersih grup tercatat sekitar Rp17 triliun dengan laba sekitar Rp 1 triliun.

Namun bagi Hiramsyah, pertumbuhan bisnis bukanlah pencapaian terbesar perusahaan.

Kemampuan tersebut tercermin dari arah pengembangan bisnis Gobel dalam beberapa tahun terakhir. Di sektor manufaktur, perusahaan memperkuat kolaborasi dengan Panasonic dalam pengembangan berbagai produk elektronik, baterai, dan solusi energi. Di sektor makanan, Gobel mengembangkan Châteraisé Indonesia yang terus berekspansi di pasar domestik.

Di bidang properti dan infrastruktur, Gobel juga terlibat dalam pengembangan proyek kota pintar Savasa di Cikarang, apartemen Opus Park di Sentul, Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT) yang mendukung konektivitas logistik Indonesia Timur, hingga Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG) sebagai fasilitas pengujian kendaraan berstandar internasional.

Transformasi tersebut menunjukkan bahwa Gobel tidak hanya mengikuti perkembangan pasar, tetapi juga berupaya mengambil peran dalam pembangunan industri nasional.

Ketika Warisan Menjadi Estafet

Perjalanan tujuh dekade Gobel Group juga diwarnai pergantian generasi kepemimpinan. Momentum itu terasa semakin kuat setelah wafatnya Rachmat Gobel pada 10 Juli 2026.

Kepergian tokoh yang selama bertahun-tahun menjadi wajah generasi kedua Gobel Group itu meninggalkan duka bagi banyak kalangan. Di rumah duka, tokoh pemerintahan, pelaku usaha, hingga masyarakat Gorontalo datang memberikan penghormatan terakhir.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengaku terkejut karena almarhum masih terlihat sehat dan tetap menjalankan aktivitas sebagai anggota DPR hingga malam sebelum meninggal dunia. Dia mengaku mendapat kabar duka sekitar pukul 04.30 WIB.

Surya Paloh mengenang Rachmat Gobel sebagai sosok pekerja keras dan mudah bergaul. Menurut dia, selama berkiprah di Partai NasDem, Gobel dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis, mulai dari Wakil Ketua DPR hingga Menteri Perdagangan.

“Dia pekerja keras, mudah bergaul, saya merasa kehilangan seorang adik,” ujar Surya Paloh pada Jumat (10/7).

Bagi Gobel Group, kepergian Rachmat menjadi pengingat bahwa regenerasi bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan keberlanjutan nilai yang telah diwariskan sejak perusahaan berdiri. Semangat itu, menurut Hiramsyah, tetap menjadi pegangan perusahaan memasuki usia 70 tahun.

Prinsip tersebut menjadi fondasi Gobel dalam menjalankan bisnis selama tujuh dekade. Di tengah perubahan teknologi, dinamika ekonomi global, dan semakin ketatnya persaingan industri, Gobel meyakini kemampuan beradaptasi harus berjalan seiring dengan nilai yang menjadi identitas perusahaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peserta Esport Kapolri Cup 2026 Didaulat Jadi Duta Kamtibmas Digital Polri
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Hasil Spanyol Vs Argentina: Imbang pada Babak Kedua, Laga Lanjut ke Extra Time
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Pram Minta Ruang Laktasi di Fasilitas Publik dan Kantor Pemda Ditambah
• 4 jam laludetik.com
thumb
Rujab Bupati Jadi Lokasi Nobar Final Piala Dunia 2026, Andi Rosman: Paling Utama Silaturahmi
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Terpilih Pimpin PSTI Makassar, Ali Gauli Arief Siap Cetak Atlet Takraw Berprestasi
• 20 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.