Konflik AS-Iran hingga Pengumuman BI Rate Jadi Penentu Sentimen Pasar Pekan Ini

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada Rabu (22/7/2026).

Konflik AS-Iran hingga Pengumuman BI Rate Jadi Penentu Sentimen Pasar Pekan Ini. Foto: Pixabay.

IDXChannel - Pekan yang berlangsung 20-24 Juli 2026 akan cukup menarik perhatian investor, di mana terdapat sejumlah isu dan agenda penting yang mampu memengaruhi sentimen pasar. 

Dari eksternal, konflik geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memicu kekhawatiran terhadap harga energi dunia. Investor juga mencermati sejumlah data ekonomi AS yang akan memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) bulan ini. 

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat Menguji 6.200-6.212, Perhatikan Empat Saham Berikut

Selain itu, musim laporan keuangan kuartal II-2026 ikut memengaruhi pergerakan pasar saham di Wall Street, khususnya pada sektor teknologi.

Eskalasi geopolitik yang kembali meningkat juga menimbulkan ketidakpastian terhadap keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) menjelang rapat kebijakan moneter pada 22 Juli.

Baca Juga:
ALII dan KKGI Siap Bayar Dividen ke Pemegang Saham Hari Ini

Lonjakan harga minyak memunculkan keraguan bahwa bank sentral tersebut akan tetap mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Harga energi kembali melonjak pada pekan lalu setelah beberapa hari berturut-turut terjadi aksi saling serang antara AS dan Iran terkait penguasaan Selat Hormuz.

Baca Juga:
Trio Saham Bank Besar Jadi Motor Penguatan IHSG Sepekan

Kekhawatiran terhadap pasokan minyak kembali meningkat. Kontrak berjangka (futures) Brent untuk pengiriman September, yang menjadi acuan harga minyak internasional, kembali diperdagangkan menguat pada awal perdagangan Rabu di atas USD85 per barel, setelah pada pekan lalu masih berada di kisaran USD70 per barel, mendekati level sebelum perang.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada Rabu (22/7/2026).

Keputusan BI akan menjadi salah satu katalis utama bagi pergerakan rupiah, pasar obligasi, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat lonjakan harga minyak serta arah kebijakan bank-bank sentral dunia.

Adapun Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. 

Pada rapat tersebut BI juga mengerek suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Irman Faiz menilai BI masih memiliki ruang pengetatan kebijakan. Dia memproyeksikan BI akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali hingga ke level 6,25 persen hingga akhir 2026.

Namun, Irman menggarisbawahi ruang pengetatan tersebut akan sangat bergantung pada tingkat volatilitas nilai tukar rupiah serta dengan mempertimbangkan sentimen global.

“Kalau misalnya tensi geopolitiknya masih berkelanjutan, tapi kalau misalnya tidak harusnya tidak perlu diutilisasi," ujar dia saat ditemui, belum lama ini.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karhutla Bengkalis Makin Meresahkan, Legislator Perindo Dapot H Minta Mitigasi Dievaluasi
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Morgan Rogers Jadi Rekrutan Termahal Sepanjang Sejarah Chelsea, Lampaui Rekor Moises Caicedo
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Cadangan Nikel Saprolit Sisa 9–15 Tahun, APNI Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Longgarkan RKAB
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemenpar Kembangkan Destinasi Pariwisata 4B, Koneksikan Banyuwangi hingga Bali
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Lionel Scaloni Akui Spanyol Lebih Baik Setelah Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia 2026
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.