JAKARTA, DISWAY.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki fase yang lebih serius.
Situasi tersebut memicu dampak luas, termasuk gangguan terhadap lalu lintas penerbangan internasional dan meningkatnya kewaspadaan sejumlah negara di kawasan Teluk.
Pada Jumat, 17 Juli 2026 Iran dilaporkan melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di kawasan Teluk.
Selain menyasar fasilitas strategis seperti pembangkit listrik dan pabrik desalinasi di Kuwait, serangan rudal maupun drone juga dilaporkan terjadi di Qatar, Oman, Bahrain, Yordania, hingga pangkalan militer Amerika Serikat di Suriah.
Dalam beberapa hari terakhir, jalur pelayaran di Selat Hormuz juga mengalami gangguan.
Salah satu insiden terjadi ketika dua kapal tanker super milik Uni Emirat Arab diserang, menyebabkan seorang awak kapal meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka.
BACA JUGA:Harga Emas Bangkit ke Level 4.000 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Masih Jadi Penentu Arah Pasar
Eskalasi tersebut menjadi yang paling serius sejak penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran pada 17 Juni lalu.
Meski sebelumnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sempat menyatakan gencatan senjata telah berakhir, upaya diplomasi masih terus berlangsung melalui mediator regional seperti Qatar dan Pakistan.
Perjalanan Udara Masih Berjalan, Namun Penumpang Diminta WaspadaDi tengah meningkatnya ketegangan keamanan, aktivitas penerbangan di kawasan Timur Tengah masih tetap berlangsung meski sejumlah rute mengalami pembatalan maupun penyesuaian jadwal.
Gangguan paling terasa terjadi pada penerbangan menuju dan dari Kuwait, sementara beberapa maskapai internasional memilih memperpanjang penghentian layanan menuju sejumlah kota di Timur Tengah demi alasan keselamatan.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Kritis, Konflik Timur Tengah Bikin Logam Mulia Ambruk
Situasi tersebut bertepatan dengan musim liburan musim panas, ketika mobilitas penumpang meningkat tajam.
Akibatnya, rute-rute yang masih beroperasi diperkirakan akan mengalami lonjakan jumlah penumpang.
Emirates pun mengimbau seluruh pelanggan agar datang ke bandara minimal tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.
- 1
- 2
- »





