JEMBER, ERANASIONAL.COM – Sebanyak 3.000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif resmi bertugas di berbagai wilayah pedesaan setelah mendapat pelepasan dari Bupati Jember. Pimpinan daerah tersebut menitipkan pesan agar para agen perubahan ini mengutamakan sumbangsih pemikiran yang solutif daripada sekadar mempermasalahkan kekurangan di lapangan.
“Kita jangan cuma pintar mengkritik, tetapi bisa memberikan masukan,” tutur Bupati Jember saat memberikan pembekalan.
Bupati menilai bahwa bekal teori dari dunia kampus harus menjelma menjadi program kerja nyata yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Langkah ini penting agar kehadiran mahasiswa di tengah-tengah warga benar-benar membawa perubahan positif yang konkret.
“Gunakan ilmu yang kalian miliki untuk mendampingi warga dan menyelesaikan persoalan di desa secara humanis,” lanjut Bupati.
Melalui skema KKN Kolaboratif, Pemerintah Kabupaten Jember sengaja mempertemukan mahasiswa dari pelbagai disiplin ilmu dan institusi yang berbeda. Pola ini sengaja diterapkan agar muncul inovasi segar dalam memajukan sektor ekonomi kreatif, kesehatan, dan administrasi desa.
“Kerja sama lintas kampus ini harus mampu mempercepat penuntasan isu strategis daerah, seperti penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem,” urai Bupati.
Selain program kerja, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi adat istiadat setempat. Kemampuan beradaptasi dan menghormati tokoh masyarakat menjadi kunci utama agar seluruh program pengabdian dapat berjalan mulus.
“Jadikan pengabdian ini sebagai kesempatan emas untuk mengasah kepekaan sosial serta membentuk karakter kepemimpinan yang adaptif,” harap Bupati kepada para peserta.
Pemerintah daerah memastikan seluruh jajaran di tingkat kecamatan hingga desa siap memfasilitasi kebutuhan para mahasiswa selama program berlangsung. Evaluasi berkala akan terus dilakukan agar hasil pengabdian ini memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian desa.
“Kami berharap gagasan-gagasan segar dari kalian mampu menghidupkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat Jember,” pungkas Bupati di akhir pidatonya.





